Takht-Ravanchi: Iran Memiliki Banyak Pilihan soal JCPOA
-
Deplu Menlu Iran Majid Takht-Ravanchi
Deputi menteri luar negeri Iran untuk Eropa dan Amerika, Majid Takht-Ravanchi menekankan, jika Amerika Serikat ingin keluar dari Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA), Iran memiliki banyak opsi.
IRNA Senin (9/10) melaporkan, Majid Takht-Ravanchi seraya menjelaskan bahwa JCPOA seperti jalan dua arah mengatakan, Iran tidak akan menjadi pihak yang memulai pelanggaran terhadap JCPOA, namun Tehran mempersiapkan diri untuk setiap skenario.
Deputi menlu Iran terkait potensi perundingan kembali Iran dan Kelompok 5+1 (Inggris, Perancis, Rusia, Cina, AS ditambah Jerman) terkait JCPOA menjelaskan, "JCPOA sekedar isu nuklir dan tidak seharusnya isu-isu lain dimasukkan ke kesepakatan nuklir ini serta dibukanya perundingan baru."
Seraya mengisyaratkan pertemuan menlu Iran dan Kelompok 5+1 yang digelar di New York pada 20 September lalu, Takht-Ravanchi mengungkapkan, di pertemuan ini seluruh anggota termasuk Amerika Serikat membenarkan bahwa Republik Islam Iran telah menjalankan komitmen teknis JCPOA yang didukung pula oleh Badan Energi Atom Internasional (IAEA).
Deputi menlu Iran menekankan, kebijakan Amerika terhadap Iran adalah kebijakan konfrontatif dan permusuhan, sementara Tehran memandang transformasi dengan realistis.
Kesepakatan nuklir Iran dan Kelompok 5+1 diberlakukan sejak Januari 2016, namun pemerintah Amerika sebagai salah satu anggota kelompok ini senantiasa tidak komitmen melaksanakan janjinya. (MF)