Rouhani: Kerugian Bagi Pihak yang Keluar dari JCPOA
https://parstoday.ir/id/news/iran-i45749-rouhani_kerugian_bagi_pihak_yang_keluar_dari_jcpoa
Presiden Republik Islam Iran, Hassan Rouhani menyatakan jika Amerika Serikat menarik diri dari Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA), maka kerugiannya hanya untuk orang Amerika: Iran tidak akan puya masalah dalam mengejar tujuannya.
(last modified 2026-04-24T16:42:03+00:00 )
Okt 11, 2017 16:14 Asia/Jakarta
  • Hassan Rouhani
    Hassan Rouhani

Presiden Republik Islam Iran, Hassan Rouhani menyatakan jika Amerika Serikat menarik diri dari Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA), maka kerugiannya hanya untuk orang Amerika: Iran tidak akan puya masalah dalam mengejar tujuannya.

Hassan Rouhani pada Rabu (11/10/2017) pada sidang kabinet pemerintah menjelaskan bahwa JCPOA merupakan sebuah ujian untuk pemerintah-pemerintah dunia dan mengatakan, "Jika semua pihak perunding berkomitmen terhadap JCPOA, maka kehormatan mereka terjaga, dan jika ada pihak yang tidak berkomitmen, maka pada hakikatnya dia telah mencoreng kredibilitasnya."

Presiden Iran menyinggung penentangan dunia terhadap langkah-langkah Amerika Serikat, dan hanya segelintir negara yang menyetujuinya, seraya mengatakan, "Sekarang, jalur yang ditempuh Iran mendapat dukungan global, dan bahkan di antara sekutu Amerika Serikat di Eropa, tidak ada pihak yang mendukung upaya merusak JCPOA."

Rouhani mengemukakan pertanyaan soal apakah langkah-langkah Presiden AS membantu persatuan dalam negeri atau justru menimbulkan perpecahan dan perselisihan? Dikatakannya, "Jika suatu hari Amerika Serikat ingin keluar dari JCPOA, maka pada saat itu akan semakin jelas bagi masyarakat betapa negara ini telah benar-benar merugi."

Presiden Iran juga menyinggung bahwa dewasa ini sudah sangat jelas mana rezim yang preman dan mana pemerintahan yang melanggar peraturan internasional. Ditambahkannya, "Jika Amerika Serikat mengambil langkah melawan Pasukan Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), maka telah melakukan kekeliruan fatal."

Seraya menjelaskan bahwa IRGC memiliki tempat istimewa dalam masarakat Iran dan regional, "AS yang ingin melestarikan kelompok teroris Takfiri Daesh di kawasan selama 20 tahun mendatang dan menggunakannya sebagai sarana, sedang geram terhadap IRGC karena dengan perencanaan dan dukungan terhadap bangsa Irak, Suriah dan Lebanon, lembaga ini telah menghinakan Daesh."

Menyinggung kenyataan bahwa Presiden AS telah menciptakan kondisi di mana Iran lebih bersatu dan lebih kompak dari sebelumnya, Rouhani mengatakan, "Sekarang kelompok pro dan kontra JCPOA di Iran saling bahu-membahu dan meyerukan satu suara.(MZ)