JCPOA Ujian bagi Trump dan Kredibilitas Global AS
https://parstoday.ir/id/news/iran-i45809-jcpoa_ujian_bagi_trump_dan_kredibilitas_global_as
Presiden Republik Islam Iran, Hassan Rouhani seraya menjelaskan bahwa Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) sebagai ujian serius bagi seluruh negara peserta perundingan nuklir dan pemerintahan dunia, mengatakan, komitmen terhadap janji merupakan kunci kepercayaan dunia kepada sebuah pemerintahan.
(last modified 2026-05-10T18:00:53+00:00 )
Okt 12, 2017 16:35 Asia/Jakarta

Presiden Republik Islam Iran, Hassan Rouhani seraya menjelaskan bahwa Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) sebagai ujian serius bagi seluruh negara peserta perundingan nuklir dan pemerintahan dunia, mengatakan, komitmen terhadap janji merupakan kunci kepercayaan dunia kepada sebuah pemerintahan.

Presiden Iran Rabu (11/10) menjelang keputusan final pemerintahan Donald Trump, presiden AS terkait JCPOA menekankan, jika seluruh pihak yang terkait di perundingan komitmen terhadap kesepakatan ini, maka artinya mereka menjaga statusnya sendiri, dan jika ada pihak yang tidak komitman maka sejatinya mereka telah merusak identitasnya tersebut.

Ketika Iran dan enam kekuatan besar dunia di tahun 2015 menandatangani kesepakatan nuklir setelah dua tahun perundingan yang ketat dan sulit, hal ini tidak dilakukan atas dasar saling percaya. Apa yang direalisasikan oleh JCPOA adalah mencapai sebuah kesepakatan yang didukung oleh para peserta perundingan dalam koridor komitmen internasional, bahkan kesepakatan ini memiliki dimensi internasional melalui resolusi Dewan Keamanan 2231.

Sejak hari pelaksanaan JCPOA pada Januari 2016, apa yang menjamin implementasi perjanjian ini bukan sekedar kesepakatan di atas kertas. Kepercayaan dan niat baik negara peserta perundingan dan rasa tanggung jawab terhadap kesepakatan ini merupakan syarat utama bagi keberlangsungan JCPOA. Mengingat dasar dari kredebilitas dan kepercayaan kepada pemerintah adalah komitmen terhadap kesepakatan internasional, maka ketidakpedulian terhadap prinsip ini maka negara yang bersalah akan dicap sebagai negara yang tidak bertanggung jawab di mata dunia internasional.

Kini setelah dua tahun dari implementasi kesepakatan nuklir, JCPOA manjadi dua pilihan bagi validitas atau ketidakabsahan pemerintah Amerika. Indikasi pemerintahan Donald Trump menunjukkan indikator JCPOA mulai berkedip untuk memasuki rasa ketidakpercayaan dan hal ini kembali membuktikan kepada bangsa Iran dan dunia bahwa pemerintah Amerika sama sekali tidak dapat dipercaya.

Dalam hal ini, Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Federica Mogherini hari Rabu mengatakan, ketika AS keluar dari JCPOA maka hal ini sama halnya pesan kepada negara dunia bahwa Washington tidak dapat dipercaya dan kredibilitas AS di tingkat dunia dipertanyakan.

Bernie Sanders, senator Amerika pada hari Rabu seraya menekankan kembali dukungannya terhadap JCPOA mengatakan, sikap Trump yang tidak mendukung JCPOA hanya akan mengucilkan Amerika Serikat.

Terlepas dari apa keputusan yang bakal diambil pemerintah Donald Trump berdasarkan undang-undang dalam negeri Amerika terkait komitmen Iran terhadap kesepakatan nuklir dan apa nasib yang menanti JCPOA, Republik Islam Iran telah mempersiapkan seluruh opsi yang dimilikinya. Para pejabat Iran secara terbuka menyatakan tidak akan berunding kembali soal JCPOA dan memiliki rencana terkait setiap keputusan yang bakal diambil pemerintah Gedung Putih.

Hassan Rouhani menekankan, rakyat Iran tidak pernah percaya kepada Amerika dan menyadari langkah anti kepentingan Iran apa saja yang dilakukan Washington. Namun kini persatuan bangsa Iran semakin nyata dan memiliki banyak opsi serta dengan potensi kegagalan JCPOA, mereka tidak memiliki kesulitan untuk maju dan meraih tujuan serta kepentingan nasional. (MF)