Presiden Iran: JCPOA Tidak Bisa Dirundingkan Sama Sekali
-
Hassan Rouhani, Presiden RII (foto kanan) dan Emmanuel Macron, Presiden Perancis.
Presiden Republik Islam Iran mengatakan, perjanjian nuklir JCPOA (Rencana Aksi Bersama Komprehensif) tidak bisa dinegosiasikan sama sekali.
Hassan Rouhani menegaskan hal itu dalam percakapan telepon dengan sejawatnya dari Perancis, Emmanuel Macron pada Jumat (13/10/2017) malam.
Ia menambahkan, setiap tindakan anti-JCPOA yang diambil oleh Donald Trump, Presiden Amerika Serikat adalah pukulan terhadap perjanjian multilateral ini.
"JCPOA sama sekali tidak bisa dirundingkan. Semua pihak harus mematuhi kewajiban-kewajiban mereka dalam perjanjian ini dan tidak membiarkan Presiden AS atau Kongres Amerika melakukan tindakan tidak benar terhadap JCPOA," tegas Rouhani seperti dikutip IRNA.
Ia menjelaskan, Badan Energi Atom Internasional (IAEA) hanya satu-satunya referensi untuk menyatakan komitmen Iran terhadap kewajiban-kewajibannya dalam JCPOA, dan tindakan mencampurkan kewajiban multilateral dan internasional dengan perselisihan internal AS bisa sangat berbahaya bagi kepercayaan dunia.
Presiden Iran menegaskan kembali bahwa negaranya komitmen terharap JCPOA dan akan melanjutkan kerjasamanya dengan IAEA.
"JCPOA adalah dasar kepercayaan antara Republik Islam Iran dan negara-negara anggota Kelompok 5+1. Kekuatan kesepakatan ini adalah dasar utama bagi dialog dan perundingan tentang berbagai isu lainnya dengan Uni Eropa," ujarnya.
Rouhani menuturkan, Uni Eropa dan Iran harus saling bekerjasama untuk melawan tindakan-tindakan merusak dan tidak benar terhadap JCPOA.
Ia juga menyinggung peran JCPOA dalam memperluas hubungan antara Iran dan Perancis.
"Republik Islam Iran siap untuk memperluas hubungannya dengan Perancis di semua bidang yang diminati kedua negara dalam tingkat hubungan bilateral, regional dan internasional," pungkasnya.
Sementara itu, Presiden Perancis dalam percakapan telepon itu mengatakan bahwa negaranya bertekad untuk meningkatkan hubungan dengan Iran di semua sektor.
Macron juga menyinggung upaya AS untuk merusak JCPOA dan mengatakan, Uni Eropa dan Perancis akan mempertahankan perjanjian ini dengan tegas dan komitmen untuk melaksanakannya.
Donald Trump, Presiden AS pada Jumat malam telah mengumumkan strategi baru pemerintahannya terhadap JCPOA dan kebijakan regional Iran. (RA)