Iran Reaksi Pidato Presiden AS dan Kebijakan Baru Negara Ini
https://parstoday.ir/id/news/iran-i45877-iran_reaksi_pidato_presiden_as_dan_kebijakan_baru_negara_ini
Republik Islam Iran merespon pidato dan pernyataan Presiden Amerika Serikat serta pengumuman kebijakan baru pemerintahan negara ini terhadap Iran dan perjanjian nuklir JCPOA (Rencana Aksi Bersama Komprehensif).
(last modified 2026-05-10T18:00:53+00:00 )
Okt 14, 2017 00:25 Asia/Jakarta
  • Kemlu RII.
    Kemlu RII.

Republik Islam Iran merespon pidato dan pernyataan Presiden Amerika Serikat serta pengumuman kebijakan baru pemerintahan negara ini terhadap Iran dan perjanjian nuklir JCPOA (Rencana Aksi Bersama Komprehensif).

Seperti dilansir IRNA mengutip situs informasi Kementerian Luar Negeri Iran menyebutkan bahwa Republik Islam dalam sebuah pernyataan pada Jumat (13/10/2017) malam, mereaksi pidato dan pernyataan Donald Trump terkait dengan Iran dan JCPOA.

"JCPOA merupakan sebuah dokumen internasional yang kredibel dan prestasi unik dalam diplomasi kontemporer, di mana perjanjian ini tidak dapat dirundingkan kembali atau diubah," kata pernyataan itu.

Ditambahkan bahwa JCPOA bukan kesepakatan bilateral yang jika salah satu pihak menarik diri, maka perjanjian itu tidak valid atau batal, namun sebuah dokumen yang merupakan bagian dari Resolusi Nomor 2231 Dewan Keamanan PBB yang disetujui oleh masyarakat dunia, oleh karena itu, pihak-pihak lain dan masyarakat internasional tidak boleh membiarkan Presiden AS "menertawakan" kesepakatan ini.

Republik Islam dalam pernyataannya menegaskan, Iran tidak akan menjadi pihak yang memulai untuk keluar dari JCPOA, namun jika hak-hak dan kepentingan Iran dalam perjanjian ini tidak dijaga, maka negara ini akan mengakhiri semua kewajibannya, dan akan mengejar aktivitas damai nuklirnya tanpa batasan apapun.

Ditegaskan pula bahwa para pejabat baru AS lebih baik tidak melupakan pelajaran-pelajaran empat dekade lalu, dan tidak melupakan bahwa pemerintahan-pemerintahan sebelum mereka yang mengulang sikap berlebihan yang sama terhadap rakyat Iran, terpaksa menarik kata-kata mereka dengan rasa malu.  

Di bagian lain dari pernyataan itu disebutkan bahwa meskipun ada permusuhan AS –di mana ancaman dan sanksi merupakan dua karekteristinya– namun rakyat Iran akan melanjutkan jalur menuju kemandirian, kemerdekaan dan keadilan, dan hari ini Republik Islam berada di puncak kekuatannya melalui dukungan rakyat dan kemampuan dalam negeri.

Setelah selama beberapa pekan memunculkan kontroversi dalam media, akhirnya Gedung Putih pada Jumat mempublikasikan apa yang disebut sebagai strategi komprehensif dan baru Presiden AS terkait dengan Iran dan perjanjian nuklir JCPOA. Tidak lama setelah itu, Trump dalam pidatonya mengungkap kontradiksi dan kebenciannya terhadap bangsa besar Iran.

Presiden AS itu mengulang kembali tuduhannya bahwa Iran telah melanggar semangat JCPOA. Trump mengatakan, JCPOA merupakan kesepakatan terburuk dalam sejarah Amerika, dan setiap waktu diperlukan, perjanjian ini akan diakhiri. Presiden AS itu juga mengumumkan pemberlakuan sanksi baru terhadap Iran.(RA)