Menlu Iran: Tidak Ada Lagi yang Bisa Percaya kepada AS
https://parstoday.ir/id/news/iran-i45925-menlu_iran_tidak_ada_lagi_yang_bisa_percaya_kepada_as
Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran mengatakan, kebijakan Donald Trump, Presiden Amerika Serikat terhadap perjanjian nuklir JCPOA (Rencana Aksi Bersama Komprehensif) menyebabkan tidak ada lagi yang bisa mempercayai AS.
(last modified 2026-04-05T23:44:38+00:00 )
Okt 14, 2017 23:38 Asia/Jakarta
  • Mohammad Javad Zarif, Menlu RII.
    Mohammad Javad Zarif, Menlu RII.

Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran mengatakan, kebijakan Donald Trump, Presiden Amerika Serikat terhadap perjanjian nuklir JCPOA (Rencana Aksi Bersama Komprehensif) menyebabkan tidak ada lagi yang bisa mempercayai AS.

Mohammad Javad Zarif mengatakan hal itu dalam wawancara dengan CBS, Sabtu (14/10/2017) petang.

Ia menambahan, pernyataan anti-Iran dan JCPOA yang dilontarkan Trump pada Jumat akan merusak kredibilitas AS di dunia lebih dari sebelumnya.

"Presiden AS menutup matanya terhadap kenyataan," ujarnya.

Presiden AS pada Jumat petang mengabaikan delapan laporan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) yang menegaskan komitmen Iran terhadap JCPOA. Trump mengatakan bahwa ia tidak akan mengkonfirmasi komitmen Iran terhadap perjanjian nuklir ini.

Kebijakan baru pemerintah AS tersebut tentunya bertujuan untuk merusak kesepakatan internasional JCPOA.

Usai pengumuman kebijakan baru pemerintah AS, Uni Eropa dan banyak negara dunia mengumumkan akan sepenuhnya mendukung JCPOA seperti sebelumnya.

Presiden AS juga mengulang kembali tuduhan palsu terhadap Iran dan mengklaim bahwa Tehran mendukung terorisme. Trump kemudian memasukkan Pasukan Garda Revolusi Islam Iran (Pasdaran/IRGC) ke dalam daftar sanksi.

AS memasukkan Pasdaran ke dalam daftar sanksi ketika pasukan ini memiliki peran mendasar dalam memberantas teroris Daesh (ISIS) di Suriah dan Irak, di mana menurut pengakuan pejabat AS sendiri, Daesh adalah bentukan Washington.

Selama ini, atas permintaan resmi pemerintah Suriah dan Irak, Pasdaran telah memberikan bantuan penasihat militer kepada kedua negara Arab ini untuk menumpas kelompok-kelompok teroris takfiri yang didukung oleh AS, di mana Trump tidak akan dapat menerima tindakan tersebut. (RA)