Lawatan Menlu Iran ke Afrika Selatan
Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, Mohammad Javad Zarif bersama delegasi tingkat tinggi politik dan ekonomi negara ini mengunjungi Pretoria untuk bertemu dengan pejabat Afrika Selatan.
Setelah mengunjungi Afrika Selatan, Zarif dijadwalkan akan melanjutkan kunjungan resminya ke Uganda dan Nigeria untuk membahas sejumlah masalah bilateral, regional dan internasional dengan pejabat tinggi dua negara Afrika itu.
Kunjungan Menlu Iran ke Afrika Selatan dilakukan bersamaan dengan digelarnya pertemuan komisi bersama ekonomi kedua negara dengan agenda mengkaji masalah ekonomi dan investasi kedua belah pihak. Lawatan tersebut menandai dibukanya babak baru peningkatan hubungan kerja sama di bidang ekonomi.
Tahun lalu, Presiden Afrika Selatan, Jacob Zuma dalam kunjungan ke Tehran mencapai kesepakatan dengan pejabat tinggi Iran dalam kerja sama di bidang ekonomi, pariwisata dan energi.
Atase Perdagangan Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Afrika Selatan, Seyyed Mehrdad Seyadat Nasab menjelaskan urgensi kerja sama ekonomi kedua negara:
"Afrika Selatan memiliki 2954 kilometer perbatasan perairan bersama dengan Samudera India dan Atlantik, dan menjadi sebuah pusat perdagangan sekaligus sentral ekspor dan gerbang besar bagi masuknya para pengusaha ke pasar Afrika (termasuk ke 14 negara anggota Komunitas Pembangunan Afrika Selatan, SADC) dengan populasi penduduk sekitar 300 juta orang melalui transportasi darat dan rel kereta api. Kawasan ini memiliki kedudukan khusus dan sangat strategis. Saat ini sebanyak 53 persen dari perdagangan kawasan masyarakat pembangunan Afrika Selatan berada di Afrika Selatan. Ini menunjukkan ketergantungan negara-negara kawasan terhadap pasar dan pelabuhan serta jalur transportasi Afrika Selatan."
Selain itu, kunjungan Menlu Zarif ke Afrika Selatan juga memiliki tujuan lain. Iran dan Afrika Selatan memiliki banyak kesamaan pandangan dalam menyikapi berbagai isu regional dan internasional. Tehran dan Pretoria bisa bekerja sama dalam berbagai isu internasional untuk mewujudkan perdamaian dan stabilitas global demi kepentingan bersama kedua pihak. Afrika Selatan juga memiliki catatan berkilau dalam perlawanan terhadap apartheid yang dipimpin oleh Nelson Mandela.
Presiden Iran, Hassan Rohani dalam pertemuan dengan sejawatnya dari Afrika Selatan, Jacob Zoma di Tehran menegaskan urgensi kerja sama Iran dan Afrika di berbagai bidang, termasuk dalam masalah penumpasan terorisme. Presiden Rohani berkata, "...untuk mewujudkan perdamaian dan stabilitas di kawasan membutuhkan kerja sama dan solidaritas seluruh negara,".
Tujuan Iran meningkatkan hubungan kerja sama dengan Afrika demi mendukung upaya mewujudkan perdamaian, keamanan dan pembangunan yang berkelanjutan di kawasan ini. Pendekatan bersahabat dan kooperatif yang ditawarkan Iran menyebabkan negara-negara di kawasan Afrika antusias untuk meningkatkan hubungan dengan Iran.
Pembicaraan yang intens antara menlu Iran dengan sejawatnya dari Afrika Selatan di Pretoria menunjukkan keseriusan Tehran untuk memulai babak baru hubungan Iran dengan negara-negara kawasan Afrika, terutama Afrika Selatan.