Ketua MA Iran: Laporan HAM Anti Iran, Pengulangan Klaim Munafikin
https://parstoday.ir/id/news/iran-i46396-ketua_ma_iran_laporan_ham_anti_iran_pengulangan_klaim_munafikin
Ketua Mahkamah Agung Republik Islam Iran, Ayatullah Sadeq Amoli Larijani seraya mengisyaratkan laporan pelapor khusus HAM PBB untuk Iran mengatakan, isi laporan tersebut adalah pengulangan dakwaan anti pemerintah Iran dan mengutip sumber-sumber munafikin dan anti Revolusi Islam.
(last modified 2026-04-16T09:59:01+00:00 )
Okt 31, 2017 02:40 Asia/Jakarta
  • Ketua Mahkamah Agung Republik Islam Iran, Ayatullah Sadeq Amoli Larijani
    Ketua Mahkamah Agung Republik Islam Iran, Ayatullah Sadeq Amoli Larijani

Ketua Mahkamah Agung Republik Islam Iran, Ayatullah Sadeq Amoli Larijani seraya mengisyaratkan laporan pelapor khusus HAM PBB untuk Iran mengatakan, isi laporan tersebut adalah pengulangan dakwaan anti pemerintah Iran dan mengutip sumber-sumber munafikin dan anti Revolusi Islam.

Ayatullah Sadeq Amoli Larijani Senin (30/10) di sidang para staf Mahkamah Agung menambahkan, laporan pelapor khusus HAM PBB untuk Iran bersandar pada keterangan dan kesaksian oknum-oknum yang didakwa sebagai spionase, kelompok munafikin yang menentang pemerintah Iran serta meneror warga negara ini.

Asma Jahangir, pelapor khusus HAM PBB untuk Iran di laporannya paruh pertama tahun 2017 seraya mengkritik pelaksanaan hukuman mati (qisas) di Iran kembali mengulang klaim pelanggaran HAM di Republik Islam.

Ketua Mahkamah Agung Iran di kesempatan tersebut juga mengisyaratkan sikap ganda Barat terkait isu HAM dan mengatakan, dakwaan HAM anti Iran dirilis di saat resolusi anti perilaku brutal rezim Zionis Israel dan Arab Saudi terhambat karena campur tangan negara-negara Barat.

Seraya menjelaskan bahwa pengangkatan pelapor khusus HAM untuk Iran oleh AS dan Eropa tidak akan mengurangi kejahatan Israel dan Arab Saudi, Amoli Larijani menambahkan, Barat khususnya Amerika Serikat masih tetap bungkam terhadap pembantaian rakyat Yaman dan pengeboman luas di negara ini oleh Arab Saudi serta blokade warga Jalur Gaza oleh Israel. (MF)