Konsolidasi Pemerintah Iran Hadapi Konspirasi Amerika
https://parstoday.ir/id/news/iran-i46414-konsolidasi_pemerintah_iran_hadapi_konspirasi_amerika
Hassan Rouhani, Presiden Iran, Sadeq Larijani, Ketua Mahkamah Agung dan Ali Larijani, Ketua Parlemen negara itu, dalam pertemuan bersama tiga lembaga negara Iran, membahas sejumlah permasalahan terpenting Iran dan kawasan.
(last modified 2026-04-24T16:42:03+00:00 )
Okt 31, 2017 14:14 Asia/Jakarta

Hassan Rouhani, Presiden Iran, Sadeq Larijani, Ketua Mahkamah Agung dan Ali Larijani, Ketua Parlemen negara itu, dalam pertemuan bersama tiga lembaga negara Iran, membahas sejumlah permasalahan terpenting Iran dan kawasan.

Presiden Iran, Senin (30/10) pada akhir pertemuan, di hadapan wartawan mengaku gembira atas terselenggaranya pertemuan tiga ketua lembaga tinggi negara Iran dan dialog membahas berbagai permasalahan penting negara dan pengambilan keputusan terkait hal itu, dengan memperhatikan manuver terbaru Amerika Serikat terhadap Iran.

Rouhani mengatakan, dalam pertemuan ini dibahas sanksi terbaru Amerika dan langkah-langkah yang mesti dilakukan untuk menghadapinya. Menurut Presiden Iran, pembahasan masalah ekonomi dan instabilitas yang muncul akibat perluasan terorisme di kawasan, merupakan tema penting pertemuan pemimpin tiga lembaga tinggi Iran itu.

Pemerintahan Islam Iran berlandaskan pada tiga lembaga tinggi, eksekutif, yudikatif dan legislatif. Ketiga lembaga ini independen dan tidak saling tumpah tindih dalam melaksanakan tugasnya. Oleh karena itu, kinerja masing-masing lembaga berpengaruh langsung pada ketiganya.

Kekompakan dan ketepatan tindakan masing-masing lembaga pemerintahan Iran dalam berbagai masalah dalam maupun luar negeri, seperti perang melawan terorisme dan membela kaum tertindas dunia dan Muslimin, merupakan masalah urgen dan penting bagi Iran.

Republik Islam Iran, hari ini berada dalam posisi yang dimusuhi sebagian negara dunia karena perlawanannya atas kubu imperialis dan independensinya. Dalam kondisi apapun, musuh selalu berusaha menyerang rakyat dan pemerintah Iran.

Amerika dengan baik memahami bahwa persatuan dan kesolidan adalah rahasia kemenangan Iran di semua bidang. Dampak kekompakan ini terlihat jelas dalam berbagai momen menentukan, seperti era perang delapan tahun, menggagalkan fitnah dan membela hak Iran di bidang nuklir. Namun demikian, Amerika pasca kesepakatan nuklir Iran atau JCPOA memulai putaran baru permusuhannya terhadap Iran.

Ayatullah Sayid Ali Khamenei, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar, beberapa waktu lalu dalam pertemuan dengan pemimpin tiga lembaga tinggi negara dan pejabat Iran, menyinggung langkah bodoh Amerika pasca pemilu presiden di negara itu dengan menambah sanksi dan memulai kembali permusuhan.

"Dalam menghadapi permusuhan ini harus dibuka atmosfir baru di bidang kerja sama, kerja dan upaya meraih tujuan bersama yaitu kemajuan nasional dan peningkatan posisi Republik Islam Iran, semua harus turut berpartisipasi dalam atmosfir baru itu," ujarnya.

Sekarang adalah waktunya kemunculan kembali solidaritas dan pertemuan pemimpin tiga lembaga tinggi negara Iran hari Senin (30/10) adalah buktinya.

Tidak diragukan, seluruh lembaga tinggi negara Iran bertanggung jawab dalam hal ini dan harus bekerja keras dengan bersandar pada kapasitas politik, lepas dari tendensi pribadi dan golongan, melaksanakan amanat konstitusi dan kerja-kerja besar negara. (HS)