Zarif: Iran akan Mengambil Keputusan atas Sikap AS terhadap JCPOA
-
Menlu Iran Mohammad Javad Zarif
Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, Mohammad Javad Zarif menekankan, ketika kepentingan Republik Islam Iran di Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) tidak terjamin, Tehran akan mengambil keputusan terkait kesepakatan nuklir ini.
Zarif saat diwawancarai Kantor Berita YJR terkait tibanya pelaksanaan undang-undang CATSA anti Iran mengungkapkan, Tehran akan mengambil langkah serupa dengan persetujuan parlemen untuk mengimbangi langkah AS dan ketika kepentingan Iran di JCPOA tidak terjamin, maka Tehran akan mengambil keputusan terkait kesepakatan nuklir tersebut.
Kongres Amerika Serikat pada 25 Juli 2017 meratifikasi draf sanksi komprehensif anti Iran atau yang disebut dengan undang-undang CATSA.
Undang-undang ini mengharuskan Presiden AS Donald Trump selama 90 hari setelah pelaksanaannya, menjatuhkan sanksi terhadap individu asing yang diidentifikasi terkait dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).
Zarif menambahkan, Amerika tidak mampu berbuat banyak terhadap Republik Islam Iran karena resistensi bangsa ini dan kewaspadaan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei. Oleh karena itu, Amerika menurut Zarif berusaha menutupi kegagalannya.
Menlu Iran seraya menjelaskan bahwa langkah yang ambil Amerika mengindikasikan niat buruk mereka mengungkapkan, Amerika di sejumlah kasus telah merusak pasal 26, 28 dan 29 JCPOA yang menekankan pentingnya menjaga iklim yang tepat untuk berinteraksi dengan Iran. (MF)