Rouhani: Perubahan JCPOA akan Meruntuhkan Perjanjian Nuklir Ini
-
Hassan Rouhani, Presiden RII.
Presiden Republik Islam Iran mengatakan, pelaksanaan penuh dan teliti perjanjian nuklir JCPOA (Rencana Aksi Komprehensif Bersama) merupakan ujian penting bagi mitra-mitra lainnya di arena internasional.
Hassan Rouhani menegaskan, menambah atau mengurangi JCPOA akan menyebabkan runtuhnya kesepakatan ini.
Hal itu dikatakan Rouhani dalam percakapan telepon dengan Emmanuel Macron, Presiden Perancis pada Selasa (21/11/2017).
Ia mengucapkan terimakasih atas simpati pemerintah dan rakyat Perancis kepada pemerintah dan rakyat Iran menyusul gempa bumi terbaru di Provinsi Kermanshah, barat negara ini.
"Republik Islam Iran siap untuk memperluas hubunganya dengan Perancis di berbagai sektor yang diminati berdasarkan saling menghormati dan untuk kepentingan bersama," ujarnya.
Presiden Iran menilai hancurnya pangkalan-pangkalan utama Daesh (ISIS) yang merupakan kelompok teroris terbesar dan paling berbahaya di kawasan dan dunia sebagai berita baik bagi semua negara.
"Republik Islam Iran tidak sedang mengejar dominasi di kawasan, dan tujuan negara ini adalah membantu menciptakan perdamaian dan keamanan regional dan mencegah pembagian negara-negara," pungkasnya.
Sementara itu, Presiden Perancis dalam percakapan telepon tersebut, menekankan kembali pentingnya perluasan kerjasama dengan Iran di semua bidang yang diminati.
Macron mengatakan, semua negara harus berusaha untuk menjaga perjanjian nuklir JCPOA.
Ia menyebut kelanjutan dialog konstruktif di antara negara-negara terutama di kawasan untuk memperkuat stabilitas dan keamanannya sebagai kebijakan Perancis.
Presiden Perancis juga mengungkapkan harapan agar konflik di Yaman dan Suriah akan segera bearkhir dan keamanan di negara-negara ini pulih kembali.
Di akhir percakapannya, Macron mengundang Rouhani untuk berpartisipasi dalam Konferensi Iklim Internasional di Paris pada Desember mendatang. (RA)