Abdollahian: Iran akan Bela Kiblat Pertama Umat Islam
-
Hossein Amir Abdollahian
Hossein Amir Abdollahian, asisten khusus bidang internasional ketua parlemen Iran mengatakan, Republik Islam Iran senantiasa membela hak warga tertindas Palestina dan kiblat pertama umat Islam.
Abdollahian Ahad (10/12) saat bertemu dengan Saud bin Ahmad al-Barwani, Dubes Oman di Tehran mengisyaratkan langkah terbaru Presiden AS Donald Trump mengakui secara resmi al-Quds sebagai ibukota Israel. “Quds milik dunia Islam dan seluruh negara Islam serta Iran akan mencegah terealisasinya langkah tersebut,” tegas Amir Abdollahian.
Trump Rabu (6/12) mengumumkan bahwa AS secara resmi mengakui Baitul Maqdis sebagai ibukota rezim ilegal Israel dan juga menginstruksikan persiapan relokasi kedubes negara ini dari Tel Aviv ke al-Quds.
Asisten khusus ketua parlemen Iran di pertemuan ini juga mengisyaratkan sejarah hubungan positif Iran dan Oman serta menjelaskan, hubungan istimewa dan bersahabat di seluruh sektor antara Tehran dan Muscat tetap terjalin.
Ia mengingatkan, Oman memainkan peran unggul dalam membantu penyelesaian isu dan krisis regional serta internasional dan Iran mengapresiasi peran penting ini.
Dubes Oman di Tehran di pertemuan tersebut seraya menyambut eskalasi kontak petinggi politik dan parlemen kedua negara menilai berlanjutnya konsultasi parlemen dan politik antara Tehran dan Muscat sangat konstruktif dalam membantu solusi krisis regional.
Al-Barwani juga menekankan pemanfaatan solusi diplomatik dan dialog untuk menyelesaikan krisis regional. (MF)