Amir-Abdollahian: Keputusan Trump Memicu Pecahnya Intifada Baru
-
Hossein Amir-Abdollahian, Asisten Ketua Parlemen RII.
Asisten Khusus Ketua Parlemen Republik Islam untuk Urusan Internasional mengatakan, keputusan provokatif dan bodoh Donald Trump, Presiden Amerika Serikat yang mengumumkan al-Quds sebagai ibukota rezim Zionis Israel akan memicu dan mengobarkan Intifada Baru.
Hossein Amir-Abdollahian mengatakan hal itu dalam pertemuan dengan Mohammed al-Buhaisi, Ketua Asosiasi Persahabatan Palestina-Iran di Tehran, Rabu (13/12/2017).
"Rezim penjajah al-Quds telah mengagendakan untuk melakukan berbagai langkah dengan tujuan mengubah komposisi demografis dan menginjak-injak semua hak penduduk Palestina guna mendominasi penuh kota tersebut," kata Amir-Abdollahian ketika menyinggung pentingnya posisi al-Quds bagi umat Islam.
Ia menambahkan, tanggung jawab atas dampak dari keputusan Trump adalah AS dan rezim Zionis.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Persahabatan Palestina-Iran dalam pertemuan tersebut mengapresiasi dukungan pemerintah dan rakyat Iran kepada bangsa Palestina.
"Dukungan Republik Islam Iran kepada rakyat Palestina selalu memainkan peran mendasar. Kemenangan-kemenangan poros Muqawama di Palestina berkat dukungan Republik Islam," kata al-Buhaisi.
Amir-Abdollahian dan al-Buhaisi lebih lanjut menekankan pentingnya Muqawama (perlawanan) terhadap gerakan rezim Zionis Israel. (RA)