Amir-Abdollahian: Keputusan Trump Memicu Pecahnya Intifada Baru
https://parstoday.ir/id/news/iran-i48179-amir_abdollahian_keputusan_trump_memicu_pecahnya_intifada_baru
Asisten Khusus Ketua Parlemen Republik Islam untuk Urusan Internasional mengatakan, keputusan provokatif dan bodoh Donald Trump, Presiden Amerika Serikat yang mengumumkan al-Quds sebagai ibukota rezim Zionis Israel akan memicu dan mengobarkan Intifada Baru.
(last modified 2026-04-24T16:42:03+00:00 )
Des 14, 2017 12:06 Asia/Jakarta
  • Hossein Amir-Abdollahian, Asisten Ketua Parlemen RII.
    Hossein Amir-Abdollahian, Asisten Ketua Parlemen RII.

Asisten Khusus Ketua Parlemen Republik Islam untuk Urusan Internasional mengatakan, keputusan provokatif dan bodoh Donald Trump, Presiden Amerika Serikat yang mengumumkan al-Quds sebagai ibukota rezim Zionis Israel akan memicu dan mengobarkan Intifada Baru.

Hossein Amir-Abdollahian mengatakan hal itu dalam pertemuan dengan Mohammed al-Buhaisi, Ketua Asosiasi Persahabatan Palestina-Iran di Tehran, Rabu (13/12/2017).

"Rezim penjajah al-Quds telah mengagendakan untuk melakukan berbagai langkah dengan tujuan mengubah komposisi demografis dan menginjak-injak semua hak penduduk Palestina guna mendominasi penuh kota tersebut," kata Amir-Abdollahian ketika menyinggung pentingnya posisi al-Quds bagi umat Islam.

Ia menambahkan, tanggung jawab atas dampak dari keputusan Trump adalah AS dan rezim Zionis.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Persahabatan Palestina-Iran dalam pertemuan tersebut mengapresiasi dukungan pemerintah dan rakyat Iran kepada bangsa Palestina.

"Dukungan Republik Islam Iran kepada rakyat Palestina selalu memainkan peran mendasar. Kemenangan-kemenangan poros Muqawama di Palestina berkat dukungan Republik Islam," kata al-Buhaisi.

Amir-Abdollahian dan al-Buhaisi lebih lanjut menekankan pentingnya Muqawama (perlawanan) terhadap gerakan rezim Zionis Israel. (RA)