Kondisi Mengenaskan 90 Perempuan Palestina Tahanan Zionis
-
Tahanan wanita Palestina di penjara rezim Zionis
Pars Today - Klub Tahanan Palestina mengumumkan bahwa jumlah perempuan Palestina di penjara-penjara rezim Zionis telah mencapai 90 orang.
Melaporkan dari Al-Shorouk, Mehr pada Kamis, 23 April 2026, klub tersebut menekankan peningkatan signifikan angka ini, yang terjadi melalui penggerebekan dan penangkapan oleh Israel di Tepi Barat yang diduduki selama periode ketika Israel memulai serangan beratnya ke Jalur Gaza.
Tahanan Perempuan: Ibu Hamil, Pasien Kanker, dan Tahanan Administratif
Dari sekian banyak perempuan Palestina yang ditahan, sebagian besar di Penjara Damon, terdapat:
Seorang wanita hamil 3 bulan
25 tahanan administratif (ditahan tanpa dakwaan atau pengadilan)
3 jurnalis
2 pasien kanker
Klub Tahanan Palestina menegaskan bahwa para tahanan perempuan menghadapi kondisi penahanan dan pemenjaraan yang keras, termasuk kelaparan, kelalaian medis, dan perlakuan buruk. Mereka juga mengalami hukuman seperti isolasi dan penggeledahan badan.
Lebih dari 700 Perempuan Ditahan Sejak Perang Dimulai
Laporan ini mencatat bahwa sejak perang dimulai, lebih dari 700 perempuan telah ditahan di Tepi Barat dan di wilayah 1948. Sementara itu, tidak ada statistik tentang tahanan di Gaza.
90 perempuan Palestina di penjara Zionis. Di antara mereka: ibu hamil, pasien kanker, jurnalis, dan puluhan tahanan administratif yang bahkan tidak tahu tuduhan apa yang menjerat mereka.
Ini bukan keadilan. Ini adalah hukuman kolektif, dilaksanakan dalam diam, jauh dari sorotan media internasional.
Klub Tahanan Palestina menyebut kondisi ini sebagai "keras", sebuah kata yang terdengar terlalu sopan untuk menggambarkan kelaparan, kelalaian medis, penggeledahan yang merendahkan, dan isolasi berbulan-bulan.
Pertanyaannya: di mana suara-suara yang begitu lantang membela hak-hak perempuan di tempat lain? Apakah hak asasi perempuan Palestina tidak termasuk dalam definisi universal?(sl)