Ancaman AS Telah Menuai Kegeraman Banyak Negara
https://parstoday.ir/id/news/iran-i48563-ancaman_as_telah_menuai_kegeraman_banyak_negara
Anggota Komisi Keamanan Nasional dan Politik Luar Negeri Parlemen Republik Islam Iran, Heshmat Falahat Pisheh menyatakan, ancaman terhadap negara-negara anggota PBB oleh Presiden Amerika Serikat, telah menuai kegeraman banyak negara.
(last modified 2026-04-24T16:42:03+00:00 )
Des 23, 2017 02:44 Asia/Jakarta
  • Majelis Umum PBB
    Majelis Umum PBB

Anggota Komisi Keamanan Nasional dan Politik Luar Negeri Parlemen Republik Islam Iran, Heshmat Falahat Pisheh menyatakan, ancaman terhadap negara-negara anggota PBB oleh Presiden Amerika Serikat, telah menuai kegeraman banyak negara.

Hal itu dikemukakan Falahat Pisheh saat mereaksi ancaman terhadap negara-negara anggota PBB oleh Amerika Serikat dalam proses penindaklanjutan draf resolusi penentangan pengakuan Quds sebagai ibukota Israel.

Ditambahkannya, pengaruh Amerika Serikat di dunia semakin hari semakin melemah.

Sidang pekan lalu Dewan Keamanan PBB terkait draf resolusi usulan Mesir yang bertujuan menganulir langkah Presiden AS Donald Trump mengakui Quds sebagai ibukota Israel, mendapat dukungan dari 14 negara anggota Dewan, akan tetapi AS memveto draf resolusi tersebut.

Nikki Haley

Selanjutnya, Duta Besar AS untuk PBB, Nikki Haley mengancam negara-negara yang menentang langkah Amerika Serikat dan melayangkan surat bernada ancaman kepada perwakilan negara-negara di PBB dan menulis, "Presiden Amerika Serikat akan memonitor suara mereka di Majelis Umum PBB yang menentang keputusan Washington terkait Quds."

Resolusi dukungan terhadap Quds diratifikasi pada Kamis dengan 128 suara setuju, sembilan suara menentang dan 35 suara abstain. Berdasarkan resolusi tersebut, Quds tidak diakui sebagai ibukota Israel.(MZ)