Zarif: Iran akan Membantu Mengurangi Penderitaan Rakyat Suriah
https://parstoday.ir/id/news/iran-i487-zarif_iran_akan_membantu_mengurangi_penderitaan_rakyat_suriah
Menteri Luar Negeri Iran mengatakan, Republik Islam Iran siap berpartisipasi aktif dalam upaya mengakhiri krisis Suriah dan meringankan penderitaan rakyat negara itu.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Feb 05, 2016 00:30 Asia/Jakarta
  • Zarif: Iran akan Membantu Mengurangi Penderitaan Rakyat Suriah

Menteri Luar Negeri Iran mengatakan, Republik Islam Iran siap berpartisipasi aktif dalam upaya mengakhiri krisis Suriah dan meringankan penderitaan rakyat negara itu.

IRIB News (4/2) melaporkan, Mohammad Javad Zarif, Menlu Iran, Kamis (4/2) dalam pertemuan internasional untuk membantu rakyat Suriah di London menuturkan, terlukanya puluhan ribu orang dan terlantarnya jutaan manusia di dalam dan luar Suriah, berlanjutnya perusakan dan aksi-aksi barbar, melukai hati nurani seluruh umat manusia.

Zarif menegaskan, Iran memusatkan diri pada upaya-upaya kemanusiaan guna membantu pengungsi Suriah dan menyalurkan bantuan makanan, obat-obatan, perlengkapan medis, kebutuhan para pengungsi dan pelayanan umum.

Iran, katanya, saat ini, dengan kerja sama Bulan Sabit Merah Suriah, juga tengah menyalurkan bantuan ke seluruh wilayah yang bisa diakses di Suriah, namun karena luasnya bencana kemanusiaan di negara itu, sampai sekarang masih banyak pekerjaan yang tertunda.

Menurut Zarif, satu-satunya jalan keluar krisis Suriah adalah solusi politik lewat dialog Suriah-Suriah.

"Partisipasi kekuatan-kekuatan dan pemain asing adalah mempermudah dan membuka peluang dialog tersebut, bukan memaksakan syarat-syarat," ujarnya.

Menlu Iran menegaskan, dunia dengan langkah-langkah terkoordinir dan selaras, harus mencegah para ekstremis di Suriah merekrut pasukan baru. Langkah pertama dan penting, melarang pembelian minyak dari kelompok teroris dan mencegah pemindahan keuntungan yang diperoleh dari aktivitas itu.

Pertemuan internasional bantuan untuk rakyat Suriah yang dibuka Kamis (4/2) di London, dihadiri oleh sejumlah petinggi negara, organisasi internasional, lembaga non-pemerintah dan peserta-peserta khusus dari sekitar 70 negara dunia. (IRIB Indonesia/HS)