Ghasemi: Rakyat Iran Tidak Peduli dengan Slogan Munafik Pejabat AS
https://parstoday.ir/id/news/iran-i48939-ghasemi_rakyat_iran_tidak_peduli_dengan_slogan_munafik_pejabat_as
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran mereaksi pernyataan interventif Presiden Amerika Serikat terhadap urusan dalam negeri negaranya.
(last modified 2026-06-20T17:21:50+00:00 )
Des 31, 2017 00:25 Asia/Jakarta
  • Bahram Ghasemi, jubir Kemlu RII.
    Bahram Ghasemi, jubir Kemlu RII.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran mereaksi pernyataan interventif Presiden Amerika Serikat terhadap urusan dalam negeri negaranya.

"Rakyat Republik Islam Iran tidak peduli dengan slogan-slogan oportunistik dan munafik dari pejabat AS," kata Bahram Ghasemi, Sabtu (30/12/2017).

Donald Trump, Presiden AS.

Sebelumnya, Donald Trump, Presiden AS di laman twitternya menyinggung adanya demo damai di sejumlah kota di Iran dan ia menyerukan kepada pemerintah Tehran untuk menghormati hak-hak rakyat termasuk hak untuk berpendapat.

Jubir Kemlu Iran mengecam pernyataan absurd, tidak berharga dan tidak valid tersebut dan mengatakan, rakyat Iran pastinya tidak akan melupakan partisipasi aktif Trump dalam melanggar hak-hak rakyat Palestina, Yaman dan Bahrain dan perberlakuan pembatasan dan permusuhan Presiden AS ini terhadap rakyat berpendidikan Iran, dimana ia melarang mereka masuk ke Amerika dan menangkap warga Iran yang tinggal di negara ini dengan dalih palsu.

"Rakyat Republik Islam Iran tidak mengganggap dukungan oportunistik dan menipu dari pejabat AS kepada pengunjuk rasa dalam beberapa hari terakhir di sejumlah kota di Republik Islam sebagai apapun kecuali hanya penipuan dan kemunafikan pemerintah AS," ujarnya.

Ghasemi menjelaskan, rakyat Iran merupakan tulang punggung terbesar keamanan dan kemajuan negara.

"Partisipasi rakyat Republik Islam Iran dalam pemilu untuk menentukan nasib mereka dan kehadiran aktif seluruh rakyat dalam memantau dan mengkritisi badan-badan negara merupakan penjamin kemakmuran dan pembangunan negara dan Revolusi Islam," tegasnya.

Jubir Kemlu Iran menjelaskan, konstitusi Republik Islam mengantisipasi struktur demokratis untuk memberikan perlindungan yang sah kepada tuntutan sipil rakyat, di mana kemungkinan untuk menindaklanjuti tuntutan tersebut dalam kerangka hukum adalah sepenuhnya mungkin. (RA)