Tehran Pusat Seminar Solusi Keamanan Asia Barat
-
Konferensi Keamanan di Tehran
Tehran, ibu kota Republik Islam Iran Senin (8/1) menjadi tuan rumah konferensi keamanan kedua Asia Barat. Konferensi ini digelar dengan dihadiri elit politik, keamanan dan peneliti dari 49 negara dunia.
Asia Barat salah satu titik utama rawan krisis di dunia dan sebagian krisis ini tetap berlanjut selama beberapa dekade serta memicu krisis baru.
Pengalaman beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa ancaman keamanan semakin beragam dan dengan demikian membutuhkan sebuah pandangan komprehensif dan pengenalan esensi ancaman serta prediksi kondisi yang belum dikenal. Dari sisi ini, Asia Barat seperti sebuah papan tiga dimensi yang menghadapi beragam kendala keamanan, politik, ekonomi dan etnis.
Meski demikian salah satu dimensi penting kendala ini adalah sisi trans-regional krisis Asia Barat khususnya intervensi militer Amerika dan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) serta pembangunan pangkalan militer tetap di kawasan.
Dimensi penting lainnya dari kendala ini adalah ketergantungan keamanan kepada pihak asing yang mendorong teladan bersama keamanan kawasan tidak menemukan identitasnya.
Sementara dimensi ketiga dan paling penting dari kendala ini adalah tidak adanya satu keyakinan kuat terkait kemampuan melawan setiap kendala, krisis serta ancaman di kawasan. Salah satu contoh nyata dalam hal ini adalah kendala dalam melawan kelompok teroris Daesh di Suriah dan Irak. Namun interaksi cerdas Iran, Rusia, Suriah, Turki dan Irak untuk melawan terorisme menunjukkan bahwa negara-negara kawasan dapat memanfaatkan kapasitas regional meski mereka memiliki sejumlah perbedaan di sejumlah isu.
Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei beberapa waktu lalu saat bertemu dengan Basiji nasional seraya mengkritik mereka yang mengumandangkan ucapan pesimis dan mempropagandakan perlunya pertimbangan dalam menghadapi kekuatan besar mengingatkan, di sejumlah negara tetangga, tidak ada kepercayaan pada kemampuan untuk menghancurkan Daesh, namun ketika masuk ke medan (tempur), mereka menyaksikan kemenangan dan menerima pesan Revolusi Islam; yaitu 'Kami mampu'.
Sementara itu, masalahnya saat ini adalah teladan dan solusi Barat terkait keamanan di Asia Barat bertumpu pada dua hal.
Pertama: Penjualan senjata. Dan kedua membentuk koalisi yang tidak efesien untuk melawan terorisme dan perilaku ini senantiasa membuat keamanan di kawasan menghadapi beragam krisis.
Ringkasnya, untuk krisis dan instabilitas di kawasan Asia Barat, ada tiga indeks sebagai kebutuhan awal untuk melawan krisis keamanan di kawasan ini. Pertama, harus ada pemahaman akurat dan realistis akan esensi ancaman keamanan. Indeks kedua adalah adanya tekad untuk bergerak ke arah konvergensi regional serta menghindari mekanisme serta pendekatan sepihak.
Adapun indeks ketiga adalah keyakinan "Kita Mampu" dalam melawan anasir pengobar instabilitas di kawasan. Hasil dari tiga indeks ini dapat menjadi solusi bagi kesuksesan melawan beragam kendala di kawasan. (MF)