Pejabat Iran: Keamanan Timteng tidak bisa Diimpor
-
Suasana diskusi pada acara Konferensi Keamanan Tehran yang kedua, Senin kemarin.
Sekjen Dewan Strategi Hubungan Luar Negeri Iran, Mohammad Bagher Khoramshad mengatakan, keamanan bukan barang impor, tapi keamanan di Timur Tengah harus diciptakan dengan partisipasi semua negara di wilayah ini.
Hadir dalam Program Goftego TV-2 IRIB, Senin (8/1/2018) malam, Khoramshad menambahkan, tujuan pelaksanaan Konferensi Keamanan Tehran adalah untuk mengekspresikan pandangan Republik Islam Iran dalam merumuskan sistem keamanan baru di Timur Tengah.
"Para aktor regional dan internasional ingin merancang sistem keamanan baru untuk wilayah ini," ujarnya.
Iran, tegas Khoramshad, tidak pernah memicu ancaman dan instabilitas di kawasan. Republik Islam sebagai pemain pintar berusaha untuk meningkatkan perdamaian dan stabilitas di kawasan.
Merujuk pada upaya musuh untuk merusak keamanan regional dalam beberapa tahun terakhir, termasuk di Afghanistan, Irak, Suriah dan Yaman, Khoramshad menegaskan, intervensi militer oleh kekuatan regional dan trans-regional telah meningkatkan kekacauan dan terorisme di wilayah tersebut.
"Para rival Iran baik di dalam maupun di luar Timur Tengah tidak senang karena Republik Islam tidak ikut bermain dalam plot mereka," tandasnya.
Para pejabat politik, keamanan dan pakar dari 49 negara dunia menghadiri Konferensi Keamanan Tehran kedua, yang digelar kemarin di Ibukota Iran. (RM)