Ayatullah Khamenei Ungkap Dalang Kerusuhan Terbaru di Iran
-
Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei berpidato.
Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran mengatakan, bukti informasi menunjukkan bahwa peritiwa terbaru di Republik Islam Iran terorganisir dan dalam pembentukannya melibatkan "sebuah segitiga yang aktif."
Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei mengatakan hal itu dalam pidatonya di hadapan ribuan warga kota Qom, selatan Tehran, Selasa (9/1/2018) ketika menjelaskan berbagai dimensi dan lapisan konspirasi musuh untuk menyalahgunakan tuntutan legal warga Iran.
Rahbar menambahkan, simpul segitiga dalam peristiwa terbaru di Iran adalah Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel, dimana mereka merancang dan bekerja dalam rancangan ini selama beberapa bulan.
Berdasarkan perencanaan tersebut, kata Ayatullah Khamenei, mereka memulai gerakan dari kota-kota kecil dan melanjutkannya hingga ke pusat.
Ayatullah Khamenei menuturkan, simpul kedua dari segitiga itu adalah salah satu pemerintah kaya di Teluk Persia yang mendanai perencanaan tersebut, sementara simpul ketiga adalah para pelayan yang terkait dengan organisasi pembunuh dan Munafiqin (MKO) yang telah disiapkan beberapa bulan sebelumnya.
Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran lebih lanjut menyinggung sejumlah arus pemberitaan di media-media musuh dan menjelaskan, untuk mengorganisir dan menjalankan operasi tersebut telah dibentuk dua komando di negara tetangga Iran: komando pertama berfungsi untuk memandu operasi di dunia maya dan komando kedua untuk mengatur kerusuhan, dimana kedua komando ini dikendalikan oleh AS dan Zionis dan bahkan mereka telah yakin pasti akan menang.

Ayatullah Khamenei lebih lanjut menyinggung beberapa seruan dan slogan yang diusung, dan mengatakan, slogan seperti "tolak kenaikan harga" (tolak harga mahal) adalah slogan yang menarik sehingga sekelompok orang mengikutinya.
Awalnya, lanjut Rahbar, mereka menyuarakan slogan tersebut, namun setelah tujuan dan slogannya berubah, masyarakat memisahkan diri dari kelompok itu.
Di bagian lain pidatonya, Ayatullah Khamenei menegaskan tiga poin mendasar yang ditujukan kepada AS. Ia mengatakan, pertama, dalam peristiwa terbaru ini, kepala Anda membentur batu dan jika Anda mengulanginya lagi, Anda juga akan membentur batu dan gagal. Kedua, dalam beberapa hari ini, Anda telah merugikan Republik Islam Iran dan pekerjaan ini tidak akan dibiarkan tanpa balasan, dan ketiga, drama gila ini tidak akan dibiarkan."
Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran menuturkan, pertempuran rakyat melawan anti-rakyat, pertempuran Iran melawan anti-Iran dan pertempuran Islam melawan anti-Islam akan berlanjut seperti 40 tahun lalu, namun kebencian musuh tidak seharusnya menyebabkan para pejabat lemah dan lalai terhadap persoalan masyarakat, terutama lapisan masyarakat lemah.
Dalam beberapa hari sejak tanggal 28 Desember 2017, warga Iran di beberapa kota di negara ini turun ke jalan-jalan untuk memprotes kenaikan sejumlah harga barang dan lemahnya pengawasan pemerintah, namun sejumlah pihak memanfaatkan situasi itu untuk menciptakan kekacauan dengan merusak sarana publik dan membuat keonaran di bawah bayangan dukungan asing.
Para pejabat AS, rezim Zionis, Arab Saudi dan media asing memanfaatkan unjuk rasa itu untuk mendorongnya ke arah kerusuhan, namun jutaan rakyat Iran di berbagai kota secara sepontan turun ke jalan-jalan untuk mengungkapkan kemarahan mereka atas konspirasi baru musuh dan mengecam para perusuh yang merusak sarana publik. (RA)