Rouhani: Iran Dukung Persatuan dan Kesatuan Irak
-
Hassan Rouhani, Presiden RII.
Presiden Republik Islam Iran menegaskan dukungan negaranya kepada persatuan dan kesatuan Irak.
"Pembelaan atas kedaulatan dan pengokohan perbatasan regional adalah kewajiban semua negara dan bangsa di kawasan. Tidak diragukan lagi bahwa kekuatan-kekuatan asing tidak akan bersimpati kepada masyarakat di kawasan," kata Hassan Rouhani dalam pertemuan dengan Nechirvan Barzani, Perdana Menteri Pemerintah Lokal Kurdistan Irak di Tehran, ibukota Iran, Minggu (21/1/2018).
Ia kemudian menyinggung hubungan bersejarah Republik Islam dengan wilayah Kurdistan Irak.
"Kurdistan sebagai bagian penting dari Irak memiliki peran dan tanggung jawab penting dalam memperkuat stabilitas dan keamanan negara ini, dan stabilitas dan keamanan negara-negara regional tidak boleh dibiarkan menjadi lemah dengan berbagai dalih," kata Rouhani.
Ia lebih lanjut menyinggung peran sejumlah kekuatan yang berusaha merongrong keamanan dan stabilitas di kawasan.
"Semua suku dan etnis di negara-negara regional termasuk Kurdi Irak harus mencapai hak-hak legal mereka dalam konteks konstitusi dan integritas teritorial negara-negara ini," ujarnya.
Di bagian lain pernyataannya, Rouhani menyinggung kesiapan para investor Iran untuk berpartisipasi dalam perencanaan pembangunan Kurdistan Irak dan menyambut para pengusaha Kurdi untuk lebih aktif di pasar-pasar Iran.
"Republik Islam Iran menginginkan rakyat Irak lebih sejahtera dan lebih maju, di mana ini akan menguntungkan semua bangsa di kawasan," pungkasnya.

PM Pemerintah Lokal Kurdistan Irak mengatakan, perbatasan Iran dan Irak harus menjadi perbatasan yang bersahabat dan untuk pembangunan.
"Kurdistan Irak tidak akan pernah membiarkan wilayah ini digunakan untuk melakukan segala bentuk kemungkinan ancaman terhadap Republik Islam Iran, dan ini adalah garis merah Erbil," tegasnya.
Ia menambahkan, Kurdistan Irak selalu menginginkan Irak yang bersatu dan semua pihak harus mematuhi konstitusi negara ini. (RA)