Shamkhani: Tidak ada Ruang bagi Negosiasi Ulang JCPOA
https://parstoday.ir/id/news/iran-i50339-shamkhani_tidak_ada_ruang_bagi_negosiasi_ulang_jcpoa
Sekretaris Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran, Ali Shamkhani mengatakan, Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) sebuah dokumen sempurna dan tidak ada peluang bagi negosiasi ulang dalam kondisi apapun.
(last modified 2026-05-06T17:35:17+00:00 )
Jan 24, 2018 01:37 Asia/Jakarta
  • Sekretaris Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran Ali Shamkhani
    Sekretaris Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran Ali Shamkhani

Sekretaris Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran, Ali Shamkhani mengatakan, Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) sebuah dokumen sempurna dan tidak ada peluang bagi negosiasi ulang dalam kondisi apapun.

Ali Shamkhani saat diwawancarai televisi al-Alam terkait langkah terbaru Amerika Serikat untuk merusak JCPOA menjelaskan, kesepakatan nuklir merupakan tuntutan minimum Republik Islam Iran untuk mencapai kesepakatan dengan Kelompok 5+1.

Seraya mengisyaratkan sabotase Amerika dalam menjalankan komitmennya terkait JCPOA, Shamkhani menambahkan, di saat Republik Islam Iran menunjukkan kepatuhan penuh terhadap komitmenya, sampai saat ini simpul-simpul ekonomi yang harus dibuka sesuai dengan komitmen AS dan bahkan Eropa belum terealisasi, pembicaraan menganai revisi JCPOA sebuah statemen tercela dan muncul dari halusinasi presiden Amerika.

Trump dan JCPOA

Shamkhani di kesempatan tersebut juga menyinggung kemampuan rudal Iran dan mengatakan, kemampuan rudal Iran sepenuhnya dalam negeri dan diraih berkat pengalaman perang pertahanan suci serta ketertindasan rakyat Iran dalam menjamin kebutuhan pertahanannya terhadap agresor serta Iran akan melanjutkan jalannya dalam koridor pertahanan melawan ancaman.

"Dalam koridor konsensus penuh petinggi Iran, Tehran tidak akan pernah bersedia bernegosiasi dengan negara lain terkait isu rudal dan kemampuan defensifnya," papar Shamkhani.

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Iran ini menjelaskan, langkah Republik Islam Iran di kawasan tidak bertentangan dengan resolusi Dewan Keamanan PBB, dan upaya Amerika untuk menggambarkan secara keliru perilaku stabil Iran muncul akibat kekalahan Washington dan sekutunya dalam memanfaatkan sarana teroris di kawasan. (MF)