Zarif: Selama 300 tahun, Iran Tidak Pernah Menyerang Negara lain !
-
Mohammad Javad Zarif
Menteri luar negeri Iran menyatakan siapapun di kawasan tidak boleh saling serang, dan sebaliknya semua pihak harus saling bekerja sama.
Mohammad Javad Zarif dalam wawancara dengan wartawan terkemuka Jerman, Jürgen Todenhöfer di Tehran mengatakan, Republik Islam Iran meyakini krisis di kawasan hanya bisa diselesaikan melalui dialog multidimensi.
Menlu Iran dalam wawancara hari Jumat (26/1) menyebut Arab Saudi sebagai negara penting di kawasan.
"Tanpa Arab Saudi tidak akan tercapai penyelesaian di kawasan," ujar Zarif.
Dalam statemennya, Zarif menegaskan urgensi membangun sikap saling percaya di antara negara-negara kawasan.
"Saling percaya bisa dibangun melalui pariwisata, kunjungan militer, dan penandatangan kesepahaman tidak saling serang antarnegara regional," tutur Zarif.
Menteri luar negeri Iran menjelaskan fakta sejarah negaranya selama 300 tahun lalu tidak pernah menyerang negara lain.
Oleh karena itu, Republik Islam Iran siap menandatangani nota kesepahaman tidak saling serang dengan seluruh negara kawasan, termasuk Arab Saudi.
Di bagian lain pernyataannya, Zarif menyinggung upaya AS dan sejumlah sekutunya untuk menjatuhkan sanksi terhadap Iran dengan mempersoalkan program pertahanan rudal Republik Islam.
"Iran mengalokasikan anggaran lebih kecil dalam persenjataan dibandingkan negara kawasan lainnya," papar Zarif.
Menurutnya, Arab Saudi, Cina dan negara lain memiliki rudal dengan daya jangkau lebih jauh dibandingkan Iran, bahkan rudal mereka memiliki kemampuan untuk membawa hulu ledak nuklir.
Padahal, jelas Zarif, rudal Iran tidak didesain untuk membawa hulu ledak nuklir, dan Republik Islam Iran menentang penggunaan senjata pemusnah massal itu.(PH)