Rahbar: Menghormati Syuhada Buruh Memiliki Nilai Ganda
https://parstoday.ir/id/news/iran-i52333-rahbar_menghormati_syuhada_buruh_memiliki_nilai_ganda
Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran mengatakan, penghormatan kepada para syuhada terutama syuhada buruh memiliki nilai ganda, sebab, di semua peristiwa dalam periode revolusi, melawan kelompok-kelompok teroris dan Pertahanan Suci, para buruh turun ke medan tempur dengan semangat dan bashirah.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Feb 26, 2018 14:11 Asia/Jakarta
  • Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei.
    Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei.

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran mengatakan, penghormatan kepada para syuhada terutama syuhada buruh memiliki nilai ganda, sebab, di semua peristiwa dalam periode revolusi, melawan kelompok-kelompok teroris dan Pertahanan Suci, para buruh turun ke medan tempur dengan semangat dan bashirah.

Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei mengungkapkan hal itu dalam pidatonya di hadapan anggota dan pejabat Kongres 14.000 Syahid Masyarakat Buruh Iran pada 5 Februari 2018 lalu. Pidato tersebut kemudian dipublikasikan di lokasi kongres di Tehran, ibukota Iran pada hari Senin (26/2/2018).

 

Dalam pidatonya, Ayatullah Khamenei menilai peringatan syuhada di seluruh Iran sebagai tanda rahmat dan kehendak Allah Swt yang mengingatkan tentang adanya bayangan syuhada di negara ini.

 

Rahbar lebih lanjut menyinggung kegagalan gerakan anti-revolusi yang memprovokasi buruh untuk menentang Republik Islam.

 

"Salah satu tugas utama musuh adalah memprovokasi dan memaksa para buruh untuk menciptakan stagnasi di pabrik-pabrik. Namun di sepanjang tahun ini, para buruh selalu berdiri dengan tekad kuat untuk menolak 'tangan" musuh," imbuhnya.

 

Di bagian lain pidatonya, Ayatullah Khamenei menyebut partisipasi luas para buruh dalam Perang Pertahanan Suci (perang yang dipaksakan rezim Baath Irak terhadap Iran selama delapan tahun) sebagai semangat religius mereka.

 

Rahbar menjelaskan, setiap kali Imam Khomeni memberikan seruan, banyak buruh muda dan Mukmin langsung pergi ke medan tempur sebagai pasukan Basij, padahal roti makan malam dan kehidupan mereka tergantung pada penghasilan harian mereka.

 

Ayatullah Khamenei menuturkan, para buruh dengan argumen dan logikanya mengatakan, kita harus pergi dan membela negara dan perbatasan Islam, sebab, jika musuh berhasil mandudukinya, maka alih-alih roti, namun kita tidak akan memiliki apapun.

 

Di bagian akhir pidatonya, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran memberikan nasihat kepada para anggota dan pejabat Kongres Syuhada untuk melakukan pekerjaan yang efektif dan menghindari pekerjaan seremonial. (RA)