Iran: HAM Jangan Direkayasa dan Tebang Pilih !
-
Alireza Avaie
Menteri kehakiman Republik Islam Iran menyebut sejumlah negara merekayasa parameter hak asasi manusia PBB dan memberlakukan standar ganda, yang membuat kredibilitas dari kriterianya dipersoalkan. Alireza Avaie hari Selasa (27/2) mengkritik kebijakan tebang pilih dalam masalah HAM terhadap sejumlah negara yang memiliki nilai-nilai budaya, politik dan tradisi yang berbeda dengan mereka.
"Para mengibar bendera HAM mengarahkan telunjuk tudingan secara tidak adil dengan mengusung klaim pelanggaran HAM untuk menyalahkan pihak lain. Padahal, sebagian dari warganya sendiri, terutama kulit hitam, imigran, orang asing, bahkan penduduk pribumi terang-terangan dilanggar hak asasinya akibat pemberlakuan kebijakan diskriminatif dan rasis pemerintahannya," ujar menteri kehakiman Iran.
"Tidak hanya itu, dukungan sejumlah negara Barat secara membabi-buta terhadap rezim Zionis dengan aksi destruktifnya di kawasan menunjukan dengan jelas standar ganda, pemihakan, dan politisasi isu HAM," tegas Avaie.
Menurutnya, keputusan sepihak dan provokatif AS mengakui secara resmi Baitul Maqdis sebagai ibu kota rezim Zionis Israel merupakan pelanggaran nyata terhadap bangsa Palestina dengan merampas hak asasinya.
Isu lain yang diangkat menteri kehakiman Iran menyikapi standar ganda Barat dalam masalah HAM berkaitan dengan dukungan mereka terhadap agresor dalam perang Yaman, dan sikap pasifnya dalam isu pelanggaran HAM di Myanmar yang menimpa Muslim Rohingya.(PH)