Rouhani: Iran Bukan Ancaman bagi Negara Lain
-
Presiden RII Hassan Rouhani.
Presiden Republik Islam Iran mengatakan bahwa kemampuan pertahanan Iran bersifat defensif demi mewujudkan perdamaian dan memperkuat stabilitas keamanan regional.
"Tidak ada yang harus khawatir tentang senjata, rudal dan penguatan basis pertahanan Republik Islam Iran," kata Hassan Rouhani dalam rapat kabinet pada hari Rabu (7/3/2018).
Ia menambahkan, kekuatan ekonomi, budaya, politik dan sosial, terutama kekuatan militer Iran tidak akan mengancam maupun menyerang negara lain.
"Republik Islam Iran memperkuat kekuatan militernya bukan untuk mengagresi negara lain, namun kekuatan pertahanannya adalah defensif demi melindungi negara," tegasnya.
Rouhani lebih lanjut menyinggung langkah sejumlah negara regional yang menyebarkan proyek Iranophobia.
"Republik Islam Iran mengejar martabat dan tidak pernah memikirkan untuk melakukan intimidasi dan agresi terhadap negara lain, serta tidak akan pernah melakukan hal itu," ujarnya.
Presiden Iran menjelaskan, sejarah menunjukkan bahwa rakyat Iran tidak pernah menindas bangsa lain dan menduduki wilayahnya atau membombardir negara tetangganya, namun justru menjadi tuan rumah para pengungsi dari berbagai negara tetangga.
"Republik Islam Iran bukan ancaman bagi pihak manapun. Negara ini adalah faktor stabilitas dan keamanan bagi seluruh kawasan dan akan mempertahankan hak-haknya dengan baik," tuturnya.

Di bagian akhir statemennya, Rouhani menyinggung berbagai kejahatan rezim Zionis Israel di kawasan. Ia mengatakan, mereka yang selama 70 tahun lalu membawa kekacauan, perang dan kehancuran di kawasan dan menciptakan tragedi Sabra dan Shatila, serta setiap hari membantai masyarakat, tidak memiliki tempat lagi untuk berbicara tentang bahaya Iran.
Presiden Iran juga mengucapkan selamat kepada seluruh rakyat Iran atas hari kelahiran Sayidah Fatimah Azzahra, putri Rasulullah Saw –yang di Iran diperingati sebagai Hari Ibu dan Hari Perempuan– serta kelahiran Imam Khomeini, Pendiri Republik Islam Iran, yang jatuh pada tanggal tanggal 20 Jumadil Tsani.
"Sayidah Fatimah Azzahra, teladan bagi wanita dalam masyarakat dan dunia," pungkasnya. (RA/PH)