Iran Diminta Aktifkan Kegiatan Nuklir jika AS Tinggalkan JCPOA
-
Jalil Rahimi Jahanabadi.
Anggota Komite Hukum dan Peradilan di Parlemen Iran, Jalil Rahimi Jahanabadi mengatakan bahwa memulai kembali aktivitas nuklir adalah opsi terbaik bagi Iran jika AS dan Eropa keluar dari kesepakatan nuklir (JCPOA).
Jahanabadi dalam wawancara dengan portal ISNA, Senin (30/4/2018) menuturkan, Republik Islam Iran harus mengambil keuntungan dari iklim yang muncul di arena internasional akibat dari sikap tidak konsisten AS.
"Jika kita bisa mengajak Eropa untuk mempertahankan JCPOA, maka pemerintah AS akan terisolasi dan ini akan menguntungkan kita," ujarnya.

Tetapi, lanjut Jahanabadi, jika Eropa bersikeras untuk mengubah kesepakatan, maka pemerintah harus mengambil keputusan tegas terhadap Eropa dan AS.
Kesepakatan nuklir Iran dan kelompok 5+1 (AS, Inggris, Perancis, Rusia, Cina, plus Jerman) diimplementasikan sejak Januari 2016, namun pemerintah AS selalu melanggar komitmennya.
Pada 12 Mei nanti, Presiden AS Donald Trump akan mengumumkan keputusannya apakah ia akan kembali menangguhkan sanksi nuklir Iran dan mengembalikan sanksi dan keluar dari kesepakatan nuklir. (RM)