Rouhani: Kekhawatiran tentang Iran, Sebuah Kebohongan
https://parstoday.ir/id/news/iran-i56350-rouhani_kekhawatiran_tentang_iran_sebuah_kebohongan
Presiden Republik Islam Iran, Hassan Rouhani mengatakan, Republik Islam telah membuktikan kepada dunia bahwa kekhawatiran tentang Iran dan Iranophobia adalah kebohongan dan konspirasi, di mana tuduhan bahwa Iran akan menggunakan senjata nuklir adalah konspirasi terhadap rakyat negara ini.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
May 07, 2018 12:44 Asia/Jakarta
  • Presiden Republik Islam Iran, Hassan Rouhani (tengah)
    Presiden Republik Islam Iran, Hassan Rouhani (tengah)

Presiden Republik Islam Iran, Hassan Rouhani mengatakan, Republik Islam telah membuktikan kepada dunia bahwa kekhawatiran tentang Iran dan Iranophobia adalah kebohongan dan konspirasi, di mana tuduhan bahwa Iran akan menggunakan senjata nuklir adalah konspirasi terhadap rakyat negara ini.

Rouhani mengungkapkan hal itu dalam acara peresmian 436 proyek pembangunan dan ekonomi di Provinsi Khorasan Razavi, timur laut Iran, Senin (7/5/2018).

 

Dia menambahkan, ambiguitas dan kekhawatiran palsu sejumlah pihak tentang pencapaian Iran terhadap bom nuklir telah terhapus.

 

"Republik Islam Iran secara penuh telah menghapus kekhawatiran ini dalam perjanjian nuklir JCPOA (Rencana Aksi Bersama Komprehensif) dan kesepakatan ini telah memberikan jaminan bahwa Republik Islam Iran tidak sedang mengejar senjata nuklir," ujarnya.

 

Rouhani menjelaskan, tujuan utama AS dalam beberapa tahun lalu adalah membatasi kemandirian, kekuatan dan pengaruh Iran di kawasan, namun rakyat negara ini berdiri kokoh melawannya, seperti posisinya selama 40 tahun lalu.

 

Menurut presiden Iran, AS hari ini hanya berusaha untuk merusak JCPOA. Dia menuturkan, jika hari ini AS melangkah berseberangan dengan kewajibannya, opini publik dan negara-negara dunia menilai AS sebagai pelanggar janji.

 

"Republik Islam Iran mempertimbangkan keputusan-keputusan yang diperlukan untuk menanggapi berbagai perilaku AS terhadap JCPOA, dan jika para pejabat Washington melakukan kesalahan, mereka akan menyesal dikemudian hari serta menyadari bahwa mereka telah membuat kesalahan strategis.

 

Rouhani menegaskan, rakyat Iran akan berdiri dengan semua kekuatannya untuk melawan tujuan-tujuan AS.

 

Kesepakatan nuklir Iran dan kelompok 5+1 (Rusia, Cina, Inggris, Perancis, AS ditambah Jerman) yang dikenal dengan JCPOA telah dilaksanakan sejak Januari 2016, namun pemerintah AS sebagai salah satu anggota kelompok tersebut selalu tidak komitmen dalam melaksanakan perjanjian internasional tersebut.

 

Berdasarkan undang-undang Kongres Amerika, Presiden AS Donald Trump memiliki kesempatan hingga 12 Mei untuk mengambil keputusan tentang kelanjutan penangguhan sanksi nuklir terhadap Iran. (RA)