Usai Shalat Jumat, Ribuan Warga Iran Turun ke Jalan Kecam AS
-
Warga RII kecam pelanggaran AS terhadap JCPOA.
Jamaah shalat Jumat di seluruh kota di Republik Islam Iran menggelar unjuk rasa untuk mengecam inkonsistensi Amerika Serikat tehadap perjanjian nuklir JCPOA (Rencana Aksi Bersama Komprehensif).
Usai menunaikan shalat Jumat, ribuan jamaah shalat di seluruh kota di Iran turun ke jalan-jalan pada Jumat (11/5/2018) meneriakkkan slogan "mampus Amerika."
Menurut laporan IRIB, warga di lebih dari 950 kota di Iran berpartisipasi dalam unjuk rasa tersebut, terutama di Tehran.
Dua hari lalu, siswa, mahasiswa dan pelajar agama Iran juga menggelar demonstrasi untuk mengecam inkonsistensi AS terhadap JCPOA.
Mereka menuntut tindakan tegas para pejabat Iran atas pelanggaran AS terhadap JCPOA dan pengambilan langkah yang diperlukan untuk menjamin kepantingan nasional Republik Islam.
Presiden AS pada Selasa malam mengambil keputusan sepihak untuk keluar dari JCPOA dan berjanji untuk memulihkan sanksi nuklir Iran.
Uni Eropa, Perancis, Inggris, dan Jerman menyatakan penyesalan atas keputusan Trump keluar dari kesepakatan nuklir Iran. Para pemimpin tiga negara Eropa itu dalam sebuah pernyataan bersama, meminta Iran untuk menahan diri dan tetap menjaga komitmennya terhadap perjanjian nuklir JCPOA.
Perjanjian nuklir Iran dan Kelompok 5+1 (Rusia, Cina, Perancis, Inggris, AS ditambah Jerman) ditandatangani pada Januari 2015 dan mulai berlaku pada Januari 2016, namun AS tidak komitmen dengan kesepakatan tersebut.
Pemerintahan Trump memberlakukan sanksi-sanksi baru dan mencegah Iran untuk memanfaatkan perjanjian nuklir tersebut. (RA)