Pejabat IRGC: AS Berusaha Menjegal Gerakan Maju Iran Melalui JCPOA
-
Brigjen Yadollah Javani
Deputi Politik Korps Garda Revolusi Islam Iran, Brigadir Jenderal Yadollah Javani menyatakan, "Amerika Serikat dalam kesepakatan Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) gagal mengupayakan kembali hegemoninya di Iran dan menghentikan gerakan maju Republik Islam."
IRNA melaporkan, Javani pada Selasa petang (15/5/2018) mengatakan, dengan keluarnya AS dari JCPOA, maka tuntutan perdamaian, ketabahan dan konsistensi Republik Islam terhadap seluruh komitmen internasionalnya telah menjadi jelas bagi semua bangsa dunia."
Pejabat IRGC ini menambahkan, "Penggulingan, konfrontasi, agitasi dan pencegahan kekuatan Iran, merupakan empat strategi utama AS untuk menjatuhkan pemerintah Republik Islam, namun gagal."
Brigjen Javani mengatakan, menjelang usia ke-40 tahun Revolusi Islam, musuh berusaha menggulingkan Republik Islam melalui serangan budaya dan juga sanksi ekonomi.
Menurutnya, kondisi krisis regional dan ancaman musuh terhadap Republik Islam semuanya mengindikasikan kekhawatiran kubu imperialis terhadap kekuatan Iran yang terus meningkat.
Ditegaskannya pula bahwa persatuan dan solidaritas dalam negeri serta gerakan di jalur ekonomi resistensi, merupakan kunci keberhasilan mematahkan rencana musuh.(MZ)