Ghasemi: Uni Eropa Belum Serahkan Paket Usulannya kepada Iran
https://parstoday.ir/id/news/iran-i59415-ghasemi_uni_eropa_belum_serahkan_paket_usulannya_kepada_iran
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran Bahram Ghasemi mereaksi publikasi berita tentang penyerahan paket usulan Uni Eropa untuk mendukung perjanjian nuklir JCPOA (Rencana Aksi Komprehensif Bersama) kepada Iran.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jun 30, 2018 14:57 Asia/Jakarta
  • Juru bicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran Bahram Ghasemi.
    Juru bicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran Bahram Ghasemi.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran Bahram Ghasemi mereaksi publikasi berita tentang penyerahan paket usulan Uni Eropa untuk mendukung perjanjian nuklir JCPOA (Rencana Aksi Komprehensif Bersama) kepada Iran.

"Sejauh ini, paket usulan Uni Eropa belum disampaikan kepada Republik Islam Iran," kata Ghasemi seperti dikutip IRNA, Sabtu (30/6/2018).

 

Sebelumnya, sejumlah media pada hari Sabtu mengabarkan tentang pengesahan paket dukungan Uni Eropa untuk menjamin kepentingan Iran dalam JCPOA dari Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Federica Mogherini, di mana dalam dua hari mendatang, isi paket tersebut akan diserahkan kepada pemerintah Iran.

 

Jubir Kemlu Iran menuturkan, negara-negara Uni Eropa sedang dalam konsultasi terakhir mereka untuk menyerahkan paket usulannya, di mana setelah menerima paket usulan ini, maka Iran akan mengumumkannya dan memulai untuk mengkaji isinya.

 

"Setelah mengevaluasi dengan teliti usulan-usulan Uni Eropa, Republik Islam Iran akan mengambil keputusan yang diperlukan berdasarkan kepentingan nasional dan maslahat negara serta tentang apakah Republik Islam tetap berada dalam JCPOA atau keluar dari perjanjan ini," pungkasnya.

Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Federica Mogherini.

 

Pasca keluarnya Amerika Serikat dari JCPOA pada 8 Mei 2018 dan tuntutan negara-negara Eropa untuk menjaga dan melanjutkan perjanjian tersebut, Iran memberikan kesempatan terbatas kepada Eropa untuk menjamin kepentingannya dalam JCPOA ketika sanksi AS dipulihkan kembali. (RA)