Rouhani: JCPOA, Kesepakatan Penting bagi Iran, Uni Eropa dan Dunia
https://parstoday.ir/id/news/iran-i59563-rouhani_jcpoa_kesepakatan_penting_bagi_iran_uni_eropa_dan_dunia
Presiden Republik Islam Iran Hassan Rouhani menyebut perjanjian nuklir JCPOA (Rencana Aksi Komprehensif Bersama) seabagai sebuah kesepakatan yang sangat penting bagi Iran, Uni Eropa dan dunia.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jul 04, 2018 15:34 Asia/Jakarta
  • Presiden Republik Islam Iran Hassan Rouhani (kiri) dan Presiden Austria Alexander Van der Bellen
    Presiden Republik Islam Iran Hassan Rouhani (kiri) dan Presiden Austria Alexander Van der Bellen

Presiden Republik Islam Iran Hassan Rouhani menyebut perjanjian nuklir JCPOA (Rencana Aksi Komprehensif Bersama) seabagai sebuah kesepakatan yang sangat penting bagi Iran, Uni Eropa dan dunia.

"Keluarnya Amerika Serikat dari JCPOA melanggar hukum, resolusi Dewan Keamanan PBB dan kewajiban multilateral. Keputusan ini juga merugikan AS sendiri dan pihak-pihak lain," kata Rouhani dalam jumpa pers bersama dengan Presiden Austria Alexander Van der Bellen di Wina, Rabu (4/7/2018).

 

Dia menambahkan, Iran akan menjaga dan melanjutkan JCPOA jika kepentinganya dalam perjanjian ini terjamin.

 

"Jika anggota-anggota yang masih bertahan di JCPOA mampu menjamin kepentingan Republik Islam Iran, maka Iran akan melanjutkan perjanjian nuklir ini tanpa AS," ujarnya.

 

Rouhani menuturkan, era unilateralisme telah berakhir dan tidak satupun negara yang bisa mengambil keputusan tentang dunia dan bangsa-bangsa dan negara-negara lainnya.

 

"Pemulihan sepenuhnya perdamaian dan keamanan di kawasan akan menguntungkan negara-negara regional dan dunia," tuturnya.

 

Di bagian lain pernyataannya, presiden Iran menjelaskan bahwa transformasi di Asia Barat menjadi salah satu tema dalam dialognya dengan para pejabat Austria.

 

"Tema-tema mengenai langkah Republik Islam Iran dalam menumpas terorisme, bantuan kepada rakyat Irak dan Suriah, keharusan bantuan kepada rakyat Yaman serta peran merusak AS dan rezim Zionis di kawasan telah dibahas dalam pertemuan ini," jelasnya.

 

Rouhani mengapresiasi sambutan hangat Austria atas kunjungannya ke negara ini bersama dengan delegasi-delegasi ekonomi dan politik Iran.

 

"Hubungan bangsa Republik Islam Iran dan Austria adalah bersejarah dan selalu meningkat dalam beberada dekade terakhir," pungkasnya.

 

Sementara itu, presiden Austria dalam pernyataannya menyingung hubungan lama negaranya dengan Iran.

 

Van der Bellen mengatakan, Austria dan Iran telah memperingati jalinan hubungan politiknya yang ke-160 dan hubungan kedua negara kembali kepada sekitar 500 tahun lalu.

 

Dia mengungkapkan penyesalan atas keluarnya AS dari JCPOA dan menyebut pemulihan sanksi terhadap Iran sebagai pelanggaran terhadap hak-hak kemanusiaan. (RA)