Iran dan Austria Bertekad Perkuat Hubungan Bilateral
https://parstoday.ir/id/news/iran-i59571-iran_dan_austria_bertekad_perkuat_hubungan_bilateral
Presiden Iran Hassan Rouhani dalam konferensi pers bersama dengan Kanselir Austria, Sebastian Kurz di Wina, Rabu (4/7/2018) mengatakan kedua negara berniat untuk memperluas hubungan perdagangan, ekonomi, ilmiah, budaya dan pariwisata.
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
Jul 05, 2018 05:12 Asia/Jakarta
  • Konferensi pers Presiden Iran dan Kanselir Austria di Wina.
    Konferensi pers Presiden Iran dan Kanselir Austria di Wina.

Presiden Iran Hassan Rouhani dalam konferensi pers bersama dengan Kanselir Austria, Sebastian Kurz di Wina, Rabu (4/7/2018) mengatakan kedua negara berniat untuk memperluas hubungan perdagangan, ekonomi, ilmiah, budaya dan pariwisata.

Rouhani menyatakan harapan bahwa kedua negara bisa menjaga dan mengembangkan hubungan perdagangan 2018, seperti yang mereka lakukan pada tahun 2017 dan tujuan ini tergantung pada upaya kedua pihak.

Dia menuturkan, Iran dan Austria berbagi pandangan umum tentang Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) dan JCPOA adalah prestasi bagi semua negara dunia, yang dicapai setelah perundingan panjang dan upaya intensif.

"Setiap orang tahu tentang dampak positif dan negatif dari mempertahankan atau 'membunuh' JCPOA, tetapi rakyat Iran memilih caranya berdasarkan kepentingan mereka dan pemerintah harus bertindak sesuai dengan itu," tegasnya.

Di bagian lain, Rouhani mengatakan, tujuan utama Iran di Suriah adalah untuk menghancurkan Daesh dan terlepas dari dukungan luas rezim Zionis dan AS kepada kelompok teroris, Tehran berhasil mengalahkan Daesh.

"Iran akan tetap berada di Suriah untuk menghancurkan teroris sampai tuntas dan membuat para pendukung teroris, termasuk rezim Zionis berputus asa," tambahnya.

Menurutnya, Zionis adalah kelompok penjajah yang membombardir warga Gaza, mengganggu urusan dalam negeri Suriah, mendukung teroris Daesh dan memainkan peran destruktif di kawasan.

Sementara itu, Sebastian Kurz mengatakan, Tehran dan Wina memiliki hubungan politik-ekonomi dan budaya selama lebih dari 160 tahun dan hari ini kedua negara masih berusaha untuk memperluas kerja sama.

Kurz menyatakan gembira bahwa Austria sebagai negara netral menjadi tuan rumah pembicaraan internasional seperti, negosiasi nuklir Iran yang mengarah pada kesepakatan tahun 2015.

Dia menekankan Austria dan Uni Eropa juga berkomitmen dengan JCPOA, dan menyatakan harapan bahwa pertemuan mendatang para menteri luar negeri Iran dan lima negara lain di Wina akan memberikan hasil positif.

Kanselir Austria juga menyuarakan keprihatinannya atas kondisi rakyat Suriah dan mengatakan ia berharap bahwa semua negara regional dan kekuatan dunia akan memainkan peran mereka dalam memecahkan krisis Suriah serta mengakhiri penderitaan rakyatnya.

Dia kembali menyinggung sejarah panjang hubungan antara Iran dan Austria dan menggarisbawahi bahwa hubungan ini selalu bisa tetap baik dan ramah. (RM)