Larijani: Keluarnya AS dari JCPOA Ciptakan Ketidakdisiplinan Internasional
-
Ketua Parlemen Republik Islam Iran Ali Larijani.
Ketua Parlemen Republik Islam Iran Ali Larijani menggambarkan keluarnya Amerika Serikat dari perjanjian nukir JCPOA (Rencana Aksi Komprehensif Bersama) sebagai inkonsistensi yang menciptakan ketidakdisiplinan internasional
"Pasca keluarnya AS dari JCPOA, negara-negara Eropa mengusulkan bahwa jika Iran komitmen terhadap kesepakatan nuklir, maka mereka akan mempertahankan hubungan ekonomi Eropa dengan Tehran. Republik Islam Iran meskipun ragu atas kemampuan Eropa, namun tidak menolak usulan tersebut," kata Larijani dalam sebuah pertemuan di Qom, selatan Tehran, Kamis (29/8/2018) sore.
Dia menjelaskan bahwa tujuan kerja sama dengan Eropa adalah untuk menggunakan kapasitas diplomatik dan memudahkan ruang pertukaran ekonomi untuk pelaku industri dan produsen dalam negeri.
AS pada tanggal 8 Mei 2018 keluar dari JCPOA dan mengumumkan akan mencegah ekspor minyak, gas dan petro kimia Iran hingga ke titik nol pada 4 November 2018.
Para pejabat Gedung Putih meminta negara-negara dunia untuk tidak mengimpor minyak, gas dan hasil petro kimia Iran. Banyak negara dunia termasuk Cina, Rusia dan Turki menentang keputusan Presiden AS Donald Trump ini. (RA)