Sutradara Film Indonesia Raih Hadiah di Festival Film Internasional Iran
https://parstoday.ir/id/news/iran-i61651-sutradara_film_indonesia_raih_hadiah_di_festival_film_internasional_iran
Dalam acara penutupan Festival Film Internasional ke-31 untuk Anak dan Remaja di Republik Islam Iran telah dipublikasikan daftar film nominasi terbaik dalam babak ini. Setelah mengadakan sesi pemungutan suara pada 4 September 2018, para juri mengumumkan nominasinya, dan di hari penutupan event tersebut yaitu pada tanggal 5 September 2018 telah diumumkan karya-karya terbaiknya, termasuk karya dari seorang sutradara ternama dari Republik Indonesia.
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
Sep 06, 2018 18:08 Asia/Jakarta
  • Festival Film Internasional ke-31 untuk Anak dan Remaja Republik Islam Iran.
    Festival Film Internasional ke-31 untuk Anak dan Remaja Republik Islam Iran.

Dalam acara penutupan Festival Film Internasional ke-31 untuk Anak dan Remaja di Republik Islam Iran telah dipublikasikan daftar film nominasi terbaik dalam babak ini. Setelah mengadakan sesi pemungutan suara pada 4 September 2018, para juri mengumumkan nominasinya, dan di hari penutupan event tersebut yaitu pada tanggal 5 September 2018 telah diumumkan karya-karya terbaiknya, termasuk karya dari seorang sutradara ternama dari Republik Indonesia.

  1. Bagian Sinema Iran:

Film-film terbaik untuk Anak-Anak:

"White Forehead 2" diproduksi oleh Javad Hashemi.

"Pastarioni" diproduksi oleh Bita Mansouri.

"Stammer" diproduksi oleh Mahmoud Fotouhi Shahabad.

 

Dari tiga terbaik tersebut, "Pastarioni" yang diproduksi oleh Bita Mansouri terpilih sebagai karya yang paling bagus dalam Festival Film Internasional ke-31 untuk Anak dan Remaja.

 

Film-film terbaik untuk remaja:

"Orduckly" diproduksi oleh Ali Hazrati.

"Chubby Boy" diproduksi oleh Hossein Qana'at.

"Knockout" diproduksi oleh Gholamreza Ramezani, di mana ini adalah produksi gabungan dari Institut Pengembangan Intelektual untuk Anak-Anak dan Remaja dan Yayasan Film Farabi).

 

Dari film-film yang terbaik tersebut, "Knockout" yang diproduksi oleh Gholamreza Ramezani terpilih sebagai karya yang paling bagus dalam Festival Film Internasional ke-31 untuk Anak dan Remaja.

 

Skenario/naskah terbaik:

"Pastarioni" ditulis oleh Hamzeh Salehi.

"Chubby Boy" ditulis oleh Hossein Qana'at.

"Knockout" ditulis oleh Gholamreza Ramezani dan Mitra Teimourian

"Stammer" ditulis oleh Maral Sajadi.

 

Dari naskah-naskah terbaik tersebut, "Knockout" yang ditulis oleh Gholamreza Ramezani dan Mitra Teimourian terpilih sebagai karya yang paling bagus dalam Festival Film Internasional ke-31 untuk Anak dan Remaja.

 

Sutradara terbaik:

"Chubby Boy" disutradarai oleh Hossein Qana'at.

"Pastarioni" disutradarai oleh Soheil Movafagh.

"Third Person Singular" disutradarai oleh Vahid Nikkhah Azad.

"Knockout" disutradarai oleh Gholamreza Ramezani.

"Stammer" disutradarai oleh Mohammadreza Haji Gholami.

 

Dari sutradara-sutradara yang terbaik tesebut, Mohammadreza Haji Gholami dengan "Stammer" nya terpilih sebagai sutradara paling bagus dalam Festival Film Internasional ke-31 untuk Anak dan Remaja.

 

Animasi pendek terbaik:

"Porter" disutradarai oleh Darioush Oskoei.

"Run Rostam Run" disutradarai oleh Hossein Molayemi.

"The Fearful Night of Lomo" disutradarai oleh Sara Shafieipour.

"Wolf and the Herd" disutradarai oleh Amir Houshang Moein.

"Once Upon a Time…" disutradarai oleh Mahin Javaherian.

 

Dari animasi-animasi pendek terbaik tersebut, "Porter" yang disutradarai oleh Darioush Oskoei terpilih sebagai karya yang paling bagus dalam Festival Film Internasional ke-31 untuk Anak dan Remaja.

 

Film pendek terbaik:

"Jome 'Gol" disutradarai oleh Mohammadreza Haji Gholami.

"Pale White" disutradarai oleh Gholamreza Jafari.

"Marlon" disutradarai oleh Dornaz Hajiha.

"Like a Good Kid" disutradarai oleh Arian Vazir Daftari.

 

Dari film-film terbaik tersebut, "Marlon" yang disutradarai oleh Dornaz Hajiha terpilih sebagai karya yang paling bagus dalam Festival Film Internasional ke-31 untuk Anak dan Remaja.

 

Hadiah khusus Dewan Juri juga diberikan kepada Ashkan Rahgozar dengan filmnya "The Last Fiction" dan juga kepada Mohammadreza Haji Gholami dengan filmnya, "Stammer."

 

  1. Bagian Interasional:

 

Di bagian internasional ini, hadiah khusus Dewan Juri diberikan kepada Kamila Andini, sutradara film "The Seen and Unseen" dari Republik Indonesia. The Seen and Unseen adalah film yang benar-benar tunggal, tetapi tidak melepaskan rahasia-rahasianya dengan mudah.

 

The Seen and Unseen merupakan film kedua karya Kamila Andini yang berkisah tentang kekerabatan yang erat antara Tantri dan Tantra, anak kembar yang lahir dan tinggal di sebuah pedesaan di Bali.

 

Di antara kekerabatan tersebut, ada pula hubungan mereka dengan hal-hal yang tak kasat mata dan bulan purnama. Film dengan proses menulis sejak 2011 itu diselesaikan dalam waktu 12 hari dan melibatkan sekitar 10 pemain anak-anak dengan kemampuan gerak tubuh yang memesona.

 

Tantri, bocah berusia 10 tahun adalah kembaran Tantra, yang harus dirawat di rumah sakit akibat penyakit yang menggerogoti kemampuan otaknya. Tantri selalu berada di samping Tantra. Membawa keceriaan, mengajak Tantra bermain musik, menari dengan kostum ayam dari janur, atau menanam sebatang padi. Semua dilakukan di rumah sakit di tempat Tantra dirawat.

 

Lambat laun kesehatan Tantra semakin menurun dan tak bisa lagi bangun untuk membalas sapaan Tantri. Namun kekerabatan emosional anak kembar tersebut tak hanya terlihat di permukaan saja.

 

Di saat malam, di bawah bulan purnama, Tantri menjelma riang, bermain dan menari dengan mahluk tak kasat mata, mengisahkan tentang hidupnya kepada bulan dan Tantra. Ketika siang tiba, Tantri kembali bertemu dengan kenyataan dan Tantra yang tak berdaya dan tergolek di tempat tidur rumah sakit.

 

Festival Film Internasional ke-31 untuk Anak-anak dan Remaja Iran dibuka pada tanggal 30 Agustus 2018 di kota bersejarah Isfahan. Festival ini diketuai oleh Alireza Rezadad dan ditutup pada tanggal 5 September 2018. (RA)