Iran Aktualita, 1 Desember 2018
https://parstoday.ir/id/news/iran-i64861-iran_aktualita_1_desember_2018
Dinamika Iran selama sepekan terakhir diwarnai sejumlah isu penting di antaranya pidato pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Khamenei dalam pertemuan dengan pejabat tinggi Iran dan tamu undangan konferensi persatuan Islam sekitar 350 tokoh penting dan ulama terkemuka dari 100 negara dunia termasuk dari Indonesia, hari Minggu (25/11/2018) menyampaikan pandangannya mengenai berbagai masalah dunia Islam.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Des 01, 2018 14:59 Asia/Jakarta
  • Pertemuan tokoh dunia dengan Ayatullah Uzma Sayid Ali Khamenei
    Pertemuan tokoh dunia dengan Ayatullah Uzma Sayid Ali Khamenei

Dinamika Iran selama sepekan terakhir diwarnai sejumlah isu penting di antaranya pidato pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Khamenei dalam pertemuan dengan pejabat tinggi Iran dan tamu undangan konferensi persatuan Islam sekitar 350 tokoh penting dan ulama terkemuka dari 100 negara dunia termasuk dari Indonesia, hari Minggu (25/11/2018) menyampaikan pandangannya mengenai berbagai masalah dunia Islam.

Image Caption

Rahbar dalam pertemuan tersebut menjelaskan bahwa jalan keselamatan umat manusia hanya bisa diraih dengan mengikuti ajaran agama Islam dan cahaya al-Quran. Selain itu, beliau juga menyinggung meluasnya kebangkitan Islam dan spirit perlawanan bangsa-bangsa Musim terhadap AS bersama sekutunya yang dinilai sebagai fenomena penting.

"Republik Islam Iran sebagai sebuah model perjuangan menjadi berkah empat puluh tahun ketegaran dan perlawanan bangsa yang kini menjadi pohon kuat dan perkasa yang berhasil menangkal setiap gerakan konfrontatif AS dan rezim Zionis yang akan selalu gagal," ujar Ayatullah Khamenei.

Gerakan perlawanan Palestina hadir sebagai bentuk perjuangan untuk mewujudkan haknya yang diinjak-injak oleh Zionis. Di luar kalkulasi Israel dan pendukungnya, perjuangan Palestina berhasil melancarkan aksi balasan terhadap rezim Zionis. Berkaitan dengan masalah ini, Ayatullah Khamenei mengatakan, "Pengaruh AS di kawasan saat ini lebih lemah dibandingkan satu atau dua dekade lalu; apalagi rezim agresor Zionis saat ini lebih lemah dari sebelumnya,".

Sejumlah fakta menjadi indikatornya. Misalnya, kekalahan rezim Zionis Israel dalam perang 33 hari menghadapi Hizbullah Lebanon. Dua tahun kemudian Israel juga kalah menghadapi Palestina dalam perang 22 hari. Perang Gaza berikutnya, Israel hanya mampu bertahan delapan hari. Selain itu, beberapa pekan lalu tentara Zionis juga kembali menelan kekalahan setelah terlibat konfrontasi dengan pejuang muqawama selama dua hari. Ini semua menunjukkan fakta bahwa Israel semakin melemah.

Menlu Iran, Mohammad Javad Zarif

Menlu Iran Ingatkan Proposal Tehran Akhiri Krisis Yaman

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif, kembali menekankan proposal empat butir Tehran untuk memecahkan krisis Yaman.

"Hari ini setelah derita kemanusiaan dan kejahatan perang tanpa batas koalisi Saudi dan kerjasama Amerika Serikat serta upaya untuk menyamarkan kejahatan mereka dengan membuat klaim menggelikan terhadap Iran, proposal empat butir Tehran masih relevan sebagai satu-satunya opsi menyelesaikan krisis Yaman," tulis Zarif via akun Twitter-nya Jumat (30/11/2018).

Pada April 2015, menlu Iran dalam sebuah surat kepada Sekjen PBB waktu itu, Ban Ki-moon, menyinggung kondisi kritis di Yaman dan menawarkan sebuah solusi untuk mengakhiri krisis.

"Meninggalkan permusuhan dan gencatan senjata segera, mengirim bantuan kemanusiaan, memulai dialog politik antara semua pihak Yaman, dan membentuk pemerintahan nasional yang komprehensif adalah komponen utama untuk mencapai perdamaian yang berkelanjutan di Yaman," tulis Zarif dalam suratnya itu.

PBB dalam sebuah laporan menyebut perang Yaman sebagai krisis kemanusiaan terburuk di dunia dalam beberapa tahun terakhir dan perang ini telah menewaskan ribuan warga sipil.

Deputi Menteri Luar Negeri Iran Urusan Politik, Sayyid Abbas Araghchi

Araghchi: Eropa harus Bertindak, Kesabaran Iran Bisa Habis

Deputi Menteri Luar Negeri Iran urusan politik, Kamis (29/11/2018) menyinggung upaya Eropa untuk menciptakan mekanisme finansial dengan Iran dan menuturkan, Tehran memberikan waktu kepada Eropa untuk menciptakan mekanisme finansial, namun kesabaran Iran ada batasnya.

Deputi Menlu Iran urusan politik, Sayid Abbas Araghchi dalam wawancara dengan IRNA (29/11) menjelaskan, negara-negara Eropa saat ini tidak mampu mengajukan solusi praktis terkait transaksi finansial dengan Iran sementara kepentingan Iran dalam kesepakatan nuklir, JCPOA harus terjamin.

Menurut Araghchi, kepentingan Iran dalam JCPOA bukan hanya ekonomi. Iran, katanya, punya sejumlah kepentingan di JCPOA termasuk politik, selama kepentingan ini belum terjamin maka Iran tidak bisa bertahan dalam kesepakatan nuklir.

Sehubungan dengan dampak sanksi Amerika Serikat terhadap Iran, Araghchi menuturkan, sekitar 40 tahun Iran berhadapan dengan sanksi dan sekarang Tehran menyadari dengan baik bagaimana menemukan jalan keluar. Ia menegaskan, Iran selama 40 tahun terakhir semakin kuat walau terus disanksi oleh Amerika.

Menhan Iran, Amir Hatami

Brigjen Hatami: Iran Senantiasa Bela Kaum Tertindas

Menteri Pertahanan Iran mengatakan, dengan segenap kekuatan Republik Islam Iran akan memberikan dukungan spiritual kepada bangsa-bangsa tertindas dunia.

IRNA melaporkan, Menhan Iran, Brigjen Amir Hatami, Sabtu (1/12/2018) menjelaskan, perlawanan di Lebanon, Palestina, Irak dan Suriah sudah sedemikian mengakar.

Ia menambahkan, Amerika Serikat dengan membentuk kelompok-kelompok teroris berhasil merebut sejumlah besar wilayah Suriah dan Irak, tapi apa yang menyebabkan kekalahan Amerika dan terbebasnya wilayah-wilayah tersebut adalah garis pemikiran perlawanan.

Brigjen Hatami juga menyinggung perlawanan rakyat Yaman terhadap agresor dan menuturkan, Arab Saudi dengan membentuk koalisi dan lampu hijau Amerika serta pembelian besar-besaran senjata, menggempur Yaman dan mereka mengira Yaman akan kalah, tapi negara ini melawan meski dengan tangan kosong.

Menurut Brigjen Hatami, Yaman adalah duri di mata Amerika dan hari ini kondisi tercipta sedemikian rupa sehingga Washington melemparkan tuduhan kepada Iran dengan berbagai kebohongannya selama ini.

Kapal Perusak Jamaran

AL Iran Miliki Generasi Baru Kapal Perang Moj dan Jamaran

Komandan Angkatan Laut Iran mengatakan, hari Sabtu (1/12/2018) generasi baru kapal perusak kelas Moj dan generasi ketiga Jamaran akan bergabung dengan AL Iran di selatan negara ini.

Mehr News (30/11/2018) melaporkan, Komandan AL Iran, Laksamana Hossein Khanzadi dalam pidatonya sebelum pelaksanaan shalat Jumat di Tehran menjelaskan, Revolusi Islam Iran sejak awal telah berhadapan dengan sanksi, teror dan sedemikian banyak tekanan.

Ia menambahkan, musuh dengan cara ini berusaha agar rakyat Iran merasa putus asa mendukung Revolusi Islam Iran, namun upaya tersebut gagal.

Komandan AL Iran juga menyinggung kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi termasuk di bidang produksi berbagai jenis kapal perusak dan kapal selam.

"Di era Revolusi Islam berkat kerja keras putra-putra bangsa, ketergantungan Iran terhadap pihak asing terputus," ujarnya.

Menurut Khanzadi, hari ini Iran mengalami kemajuan cukup pesat di bidang kapal perusak dan kehinaan akan menjadi milik Amerika Serikat. Dengan kemajuan ini, musuh tidak akan berani mendekat ke perbatasan laut Iran.

Pekan lalu, digelar pameran Iran airshow yang diselenggarakan di Pulau Kish, selatan negara ini. Pameran ini dibuka pada hari Senin, 26 November 2018. Menurut Sekretaris Eksekutif Iran Airshow Bijan Bankdar, lebih dari 115 peserta dari dalam dan luar negeri yang aktif di industri penerbangan, maskapai penerbangan dan industri terkait lainnya berpartisipasi dalam event  tersebut.

Mereka memamerkan berbagai macam produk, sistem dan layanan di bidang penerbangan dan kedirgantaraan. Iran International Airshow adalah event paling penting dalam industri penerbangan sipil negara ini, di mana pertama kali diluncurkan 18 tahun lalu di Pulau Kish dan telah secara rutin diadakan setiap dua tahun sejak saat itu.

Di bidang olah raga, Atlet futsal Iran terpilih menjadi pemain terbaik AFC 2018 dan memperoleh penghargaan bergengsi ini untuk keempat kalinya.

IRNA (28/11/2018) melaporkan, atlet futsal Iran,terpilih menjadi pemain terbaik dalam acara penghargaan tahunan AFC 2018 di Oman Convention and Exhibition Centre (OCEC) hari Rabu (28/11).

 

atlet futsal Iran, Ali Asghar Hasanzadeh

Ali Asghar Hasanzadeh adalah kapten timnas futsal Iran dan memenangkan penghargaan pada tahun 2014, 2016 dan 2017, melampaui rekan senegaranya Vahid Shamsaei yang memenangkan penghargaan pada 2007, 2008 dan 2015. Mahdi Javid asal Iran dan Rafael Henmi asal Jepang adalah kandidat lain pemain futsal terbaik AFC 2018.