Mencermati Kegagalan Pejabat AS Menghadapi Keagungan Bangsa Iran Menurut Rahbar
https://parstoday.ir/id/news/iran-i66411-mencermati_kegagalan_pejabat_as_menghadapi_keagungan_bangsa_iran_menurut_rahbar
Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, pada pagi hari Rabu (09/01), berpidato di hadapan sejumlah warga provinsi Qom yang datang ke Tehran memperingati Kebangkitan rakyat Qom 19 Dey 1356 HS. Dalam pertemuan itu Rahbar menyebut "esensi dan hakikat revolusi, keberanian serta kesetiaan bangsa dan sistem terhadap tujuan dan fondasi revolusi" Penyebab utama permusuhan Amerika yang mendalam dan terus-menerus terhadap rakyat Iran.
(last modified 2026-04-12T10:02:39+00:00 )
Jan 10, 2019 15:56 Asia/Jakarta

Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, pada pagi hari Rabu (09/01), berpidato di hadapan sejumlah warga provinsi Qom yang datang ke Tehran memperingati Kebangkitan rakyat Qom 19 Dey 1356 HS. Dalam pertemuan itu Rahbar menyebut "esensi dan hakikat revolusi, keberanian serta kesetiaan bangsa dan sistem terhadap tujuan dan fondasi revolusi" Penyebab utama permusuhan Amerika yang mendalam dan terus-menerus terhadap rakyat Iran.

Dalam pertemuan memperingati peristiwa bersejarah perlawanan warga Qom melawan rezim Shah yang dikenal dengan peristiwa Heroik "19 Dey", yang terjadi pada 9 Januari 1978, Rahbar menyebut kelemahan terus-menerus sistem komputasi Amerika hingga hari adalah sebuah fakta. Seraya menyinggung ucapan tahun lalu seorang pejabat Amerika serikat di depan kelompok preman teroris dan janjinya kepada mereka bahwa perayaan tahun baru 2019 Masehi akan dilangsung di Tehran, Rahbar mengingatkan, "Kekuatan komputasi musuh-musuh Iran hanya sampai sebatas ini. Seperti yang diharapkan Saddam akan mencapai Tehran dalam seminggu dan kelompok Munafiqin, tentara bayaran juga berpikir mereka akan mencapai Tehran selama tiga hari dari Kermanshah dalam serangan Mersad."

Revolusi Islam Iran kini telah mencapai usia 40 tahun dan selama bertahun-tahun telah mampu mengatasi segala masalah dengan kekuatan dan kemampuan bangsa Iran. Tujuan kekuatan arogan adalah menyerang elemen-elemen kekuatan Iran-Islam. Untuk mencapai ini, Amerika Serikat telah memasuki tiga rute selama empat puluh tahun terakhir. Pemaksaan perang, tekanan politik dan ekonomi dan sekarang perang psikologis merupakan opsi AS untuk memukul Iran, tetapi semua konspirasinya gagal.

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran dalam menjelaskan fakta yang patut direnungkan dan mengatakan, "Sebagian pejabat Amerika berusaha menunjukkan dirinya gila. Tentu saja saya tidak menerima itu, tapi mereka benar-benar orang-orang bodoh kelas satu."

Rahbar menunjuk pada pengakuan lembaga Barat yang dirilis beberapa hari yang lalu seraya mengingatkan, "Mereka sendiri mengatakan Iran adalah negara terkaya kelima di dunia dengan kapasitasnya yang luar biasa, jadi wajar jika sangat marah kehilangan kekayaan seperti itu."

"Keagungan Iran, kekuatan Republik Islam dan ketidakterkalahkannya bangsa rakyat Iran" adalah tiga fakta yang tidak dapat disangkal bahwa musuh berharap bahwa rakyat Iran tidak akan tahu atau mengabaikannya, sehingga mereka akan lalai akan tentang situasi negara dan kemampuan mereka. Kedigdayaan Iran dapat dilihat dalam kemenangan bangsa besar ini dalam Revolusi Islam dan dalam menghadapi plot dan aksi-aksi musuh.

Sejarah Revolusi Islam tidak diragukan lagi penuh dengan keteguhan dan perlawanan terhadap penindasan dan kekerasan kekuatan arogan dan perlawanan ini tidak bisa dipisahkan. Era perang yang dipaksakan pada rezim Saddam melawan Iran adalah peristiwa dari jenis ini. Kekuatan intimidasi dan yang mendominasi dengan semua fasilitas dan kapasitasnya telah mendukung Saddam untuk tujuan dan kepentingan tidak sah mereka dan dengan menciptakan aliansi regional, mereka ingin menggulingkan Republik Islam Iran yang baru didirikan, tetapi mereka tidak mencapai tujuan mereka.

Mereka marah dengan perlawanan rakyat Iran ini dan kemarahan ini terus berlanjut. Karena Revolusi Islam menentang para penindas dan berusaha menyadarkan bangsa-bangsa. Kekuatan arogan berusaha menyesatkan bangsa-bangsa dengan "Iranphobia" dan "Syiahphobia", tetapi negara-negara di dunia pada dasarnya tidak memusuhi Iran. Di mana pun kebenarannya jelas, mereka mendukungnya dan ini disebabkan oleh transformasi besar di bawah bayang-bayang Revolusi Islam.

Pertemuan Rahbar dengan masyarakat Qom

Michael Fischer merujuk pada poin ini di bagian buku "Iran: From Religious Dispute to Revolution" dan menulis, "Transformasi yang terjadi di masyarakat adalah karena budaya revolusioner agama yang mengarah pada pembentukan dan kemenangan revolusi."

Dengan penekanan pada semua fakta ini, Pemimpin Besar Revolusi Islam dalam pidatonya mengatakan, "Dengan pertolongan ilahi dan di balik bayang Muqawama dan kewaspadaan rakyat dan para pejabat disertai kerja dan usaha tak kenal henti, kita akan melewati sanksi dan masalah, maka Republik Islam akan berhasil setiap hari dan lebih hidup, sementara para musuh bangsa di Amerika Serikat dan Barat bakal menderita seperti nasib Saddam."