Kemajuan Sains yang Pesat, Jawaban Iran atas Sanksi AS
https://parstoday.ir/id/news/iran-i66723-kemajuan_sains_yang_pesat_jawaban_iran_atas_sanksi_as
Di saat Amerika Serikat dan media propaganda Barat gencar menyampaikan informasi mengenai dampak negatif sanksi Barat terhadap kondisi dalam negeri Iran, Tehran menjawabnya dengan meningkatkan kemajuan di berbagai bidang, terutama di bidang sains.
(last modified 2026-03-03T12:22:08+00:00 )
Jan 19, 2019 16:19 Asia/Jakarta
  • Kemajuan sains Republik Islam Iran
    Kemajuan sains Republik Islam Iran

Di saat Amerika Serikat dan media propaganda Barat gencar menyampaikan informasi mengenai dampak negatif sanksi Barat terhadap kondisi dalam negeri Iran, Tehran menjawabnya dengan meningkatkan kemajuan di berbagai bidang, terutama di bidang sains.

Selama 40 tahun terakhir, Iran di semua bidang, termasuk sains dan teknologi berada di bawah tekanan sanksi zalim Amerika Serikat dan Eropa. Tetapi dalam kondisi demikian, negara ini berhasil meraih banyak kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi baru. Menurut database sains dunia Islam, Iran menduduki peringkat pertama di antara negara-negara di dunia Islam dengan menguasai 1,93 persen dari produksi sains dunia.

Mohammad Javad Dehghani, Presiden Pusat Sitasi Sains Dunia Islam (ISC) mengatakan, "Berdasarkan penilaian terbaru di tingkat internasional, pertumbuhan produksi ilmu pengetahuan di Iran 19 kali lipat dibandingkan dengan sebelum Revolusi Islam (1979), dan kini berada di urutan ke-16 dunia".

Mohammad Javad Dehghani, Presiden ISC (President of Islamic World Science Citation Center)

Prestasi yang mengagumkan ini menunjukkan kegagalan Amerika Serikat dan sekutunya dalam  menciptakan krisis ekonomi dan tekanan terhadap di Iran melalui sanksi. Sebab hasilnya justru terbalik dan kemajuan Iran terus berlanjut  di berbagai bidang hingga meraih posisi yang baik di kawasan dan dunia. Misalnya, Iran di bidang teknologi nano, salah satu dari 10 negara teratas di dunia, ilmu genetika pertama di kawasan dan 16 dunia dan di bidang aerospace berada di tempat pertama di kawasan dan 15 dunia.

Professor Francesco Federico Nakaralla bulan November tahun lalu di sela-sela Kongres Internasional Kardiologi di Rumah Sakit Razavi di Mashhad kepada para wartawan mengatakan, Negara-negara Eropa menjalin hubungan dengan Iran di bidang kedokteran dan masalah ini menunjukkan bahwa sanksi tidak dapat menghentikan kemajuan ilmiah negara ini.

Tidak diragukan lagi, mengingat kapasitas ilmiah dan bakat unggul kaum muda di Iran, perkembangan ini akan berlanjut di masa depan dan bangsa Iran akan mengalami masa depan yang lebih cerah daripada kehendak Amerika.

Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei, Pemimpin Besar Revolusi Islam pada malam 13 November, Hari Nasional Melawan Arogansi melakukan pertemuan dengan ribuan siswa dan siswa dan menyinggung kegagalan "Setan Besar" untuk mewujudkan tujuan utama konspirasi 40 tahunnya. Yaitu, kembalinya dominasi rezim despotik di Iran. Ayatullah Khamenei menekankan, "Kemunduran Amerika Serikat telah menjadi konsensus para pakar terkemuka yang memiliki reputasi baik di dunia, tetapi di sisi lain, bangsa Iran, dengan motif, semangat dan karya para pemudanya, memiliki masa depan yang cemerlang dan jauh Lebih baik."

Lembaga think-tank International Crisis Group menulis dalam sebuah laporan baru-baru ini yang dikutip oleh pejabat senior pemerintah AS, "Penilaian internal awal yang dilakukan oleh pemerintah telah menyimpulkan bahwa pendekatan Amerika Serikat belum berhasil membatasi perilaku Iran atau menyeret Tehran ke meja perundingan."

Soft power saat ini memiliki kedudukan khusus dibandingkan hard power yang poros utamanya adalah produksi sains dan teknologi. Karena itu, kita harus menempuh jalan ini dengan serius, walaupun menghadapi berbagai rintangan yang menghadang.(SL)