Rakyat Iran dan Slogan Matilah Amerika
https://parstoday.ir/id/news/iran-i67379-rakyat_iran_dan_slogan_matilah_amerika
Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar, Ayatullah Sayid Ali Khamenei menganggap 22 Bahman tahun ini (HUT Revolusi Islam/11 Februari) sangat penting, karena permusuhan dan kejahatan AS masih terus berlanjut.
(last modified 2026-03-05T04:17:08+00:00 )
Feb 09, 2019 14:34 Asia/Jakarta

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar, Ayatullah Sayid Ali Khamenei menganggap 22 Bahman tahun ini (HUT Revolusi Islam/11 Februari) sangat penting, karena permusuhan dan kejahatan AS masih terus berlanjut.

Dalam pertemuan dengan para komandan dan personel Angkatan Udara Republik Islam Iran di Tehran, Jumat (8/2/2019), Rahbar mengatakan perayaan ulang tahun revolusi di tempat lain dilakukan dengan parade militer di hadapan sekelompok orang, tetapi di Iran sudah 40 tahun masyarakat terjun ke jalan-jalan di seluruh negeri dan menegaskan kelanjutan jalan revolusi.

"Masalah ini adalah bagian dari keajaiban revolusi dan harus dipertahankan dengan penuh kekuatan," tegasnya.

Sejak kemenangan Revolusi Islam sampai sekarang, musuh-musuh revolusi termasuk AS terus mengobarkan permusuhan mereka terhadap bangsa Iran dan musuh semakin agresif dari waktu ke waktu.

Dari 1979 sampai sekarang, pemerintah AS mengadopsi berbagai cara untuk melawan rakyat dan sistem Republik Islam Iran. Pengalaman 40 tahun revolusi menunjukkan bahwa Amerika belum meninggalkan permusuhan ini.

AS telah kehilangan pengaruhnya di Iran sejak kemenangan Revolusi Islam. Untuk mengembalikan pengaruh itu, AS menerapkan tekanan politik, ekonomi, sanksi, aksi sabotase, dan dukungan kepada kelompok anti-revolusi dengan maksud mencegah kemajuan Revolusi Islam.

Namun, manuver AS selalu gagal berkat kewaspadaan rakyat Iran dan mereka selalu terjun ke lapangan untuk membela revolusi termasuk pada acara pawai 22 Bahman, yang menandai hari ulang tahun kemenangan Revolusi Islam.

Karena kegagalan beruntun ini, para penguasa AS saat ini menjalankan kebijakan yang sangat jahat terhadap bangsa Iran. Presiden Donald Trump, Penasihat Keamanan Nasional John Bolton, dan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo, melakukan upaya maksimal untuk memaksa rakyat Iran menarik dukungan mereka dari revolusi dan pemerintahan Islam.

Akan tetapi, pengalaman 40 tahun menunjukkan bahwa para pejabat AS tidak pernah mencapai tujuannya dan di mata rakyat Iran, Amerika adalah musuh nomor satu mereka. Rakyat Iran masih menggemakan slogan "Matilah Amerika" sebagai bentuk perlawanan mereka terhadap arogansi Paman Sam.

Ayatullah Khamenei menyebut rezim AS sebagai simbol kejahatan, kekerasan, pertikaian, dan pengobar krisis dan perang di dunia.

"Selama rezim AS melakukan kejahatan, kerusakan, dan campur tangan, maka slogan 'Matilah Amerika' tidak akan hilang dari lisan bangsa Iran. Kami tidak punya masalah dengan rakyat Amerika, tetapi dengan orang-orang yang memerintah di sana," tegas Rahbar dalam pertemuan tersebut.

Pada 22 Bahman tahun ini, rakyat Iran akan kembali menunjukkan dukungan mereka kepada Revolusi Islam dan secara kompak meneriakkan slogan "Matilah Amerika." Pawai 22 Bahman adalah manifestasi dari partisipasi aktif masyarakat, kebulatan tekad, dan persatuan nasional mereka.

Rakyat Iran ingin menegaskan bahwa konspirasi dan propaganda yang dilakukan Amerika, tidak akan melemahkan tekad mereka dan rakyat akan tetap menunjukkan kesetiaannya kepada Revolusi Islam. (RM)