Tekanan Sanksi Baru AS terhadap Iran
https://parstoday.ir/id/news/iran-i68936-tekanan_sanksi_baru_as_terhadap_iran
Presiden AS, Donald Trump terus-menerus melancarkan kebijakan destruktif terhadap Republik Islam Iran yang dimulai sejak periode kampanye pilpres hingga menjabat sebagai orang nomor satu di Gedung Putih pada Januari 2017.
(last modified 2026-03-03T12:22:08+00:00 )
Apr 02, 2019 20:05 Asia/Jakarta
  • Penasihat Keamanan Nasional AS, John Bolton
    Penasihat Keamanan Nasional AS, John Bolton

Presiden AS, Donald Trump terus-menerus melancarkan kebijakan destruktif terhadap Republik Islam Iran yang dimulai sejak periode kampanye pilpres hingga menjabat sebagai orang nomor satu di Gedung Putih pada Januari 2017.

Trump mengumumkan perang ekonomi terhadap Iran dengan tujuan menciptakan kemiskinan yang meluas di Iran melalui pengumuman penarikan Amerika dari JCPOA. Penasihat Keamanan Nasional AS, John Bolton hari Senin menyatakan akan meningkatkan sanksi terhadap Iran, ketika orang-orang Iran sedang sibuk menangani musibah banjir bandang dan dampak destruktifnya.

Sepak terjang Trump yang diikuti pejabat pemerintahannya semacam Bolton menunjukkan bahwa mereka tidak pernah perduli dengan kondisi rakyat Iran. Meskipun mengklaim tekanan Washington terhadap Tehran sebagai bentuk empati terhadap rakyat Iran, tapi faktanya justru menyengsarakan rakyat Iran. Bolton di akun Twitternya bercuit, "Kami akan terus menjalankan sanksi secara maksimal selama Tehran tidak menghentikan perilakunya yang tidak dapat diterima,".

Pada 8 Mei 2018, Trump secara sepihak menyatakan keluar dari kesepakatan nuklir internasional, JCPOA, dan kembali menerapkan sanksi berat terhadap Iran dalam dua tahap pada Agustus dan November 2018, yang mempengaruhi seluruh bidang yang berhubungan dengan rakyat Iran, termasuk sektor kesehatan.  

Dalam pesan Nowruz di awal 1398 Hs, Trump mengklaim dirinya bersimpati kepada rakyat Iran, tapi pada saat yang sama meningkatkan tekanan sanksi terhadap Iran dengan tujuan supaya Republik Islam Iran bertekuk lutut. Di saat Iran menghadapi musibah banjir yang melanda berbagai wilayah negara ini, sanksi sangat mengganggu upaya bantuan terhadap korban banjir.

 

Presiden AS, Donald Trump

Padahal, Mahkamah Internasional sudah mengeluarkan instruksi supaya Amerika Serikat tidak menjatuhkan sanksi terhadap kebutuhan hidup masyarakat Iran, termasuk makanan, obat-obatan dan layanan udara, tetapi Washington menolak untuk mematuhi putusan tersebut.

Bahkan, Ali Asghar Payvandi, ketua Bulan Sabit Iran mengatakan, "Sebelum sanksi, kami memiliki beberapa rekening atas nama Bulan Sabit yang bisa digunakan untuk menghimpun bantuan internasional, tetapi sekarang rekening-rekening ini dikenakan sanksi dan tidak bisa lagi mentransfer uang dari negara lain ke Iran melalui federasi Bulan Sabit Iran ketika terjadi bencana seperti saat ini,".

Masalah lain yang diangkat oleh penasihat keamanan nasional AS dalam cuitan di Twitternya mengenai tudingan kebijakan Iran mengancam negara-negara regional. Bolton menulis, "Iran memicu konflik dan ketidakstabilan untuk memperluas pengaruhnya (di kawasan) dengan biaya terendah dan mengancam tetangganya,".

Klaim tersebut dilancarkan Washington untuk menjustifikasi militerisasi Timur Tengah yang dilakukan AS, terutama setelah Trump membangun aliansi regional  dalam kerangka dokumen Strategi Keamanan Nasional 2017.

Pada dasarnya, salah satu alasan sanksi ilegal Washington terhadap Tehran adalah untuk membekukan aset Iran supaya AS bisa leluasa memajukan kebijakan regionalnya. Namun, karena kepentingan geopolitik dan kekuatan regional Iran, serta dukungan masyarakat kawasan terhadap Iran, maka langkah Amerika Serikat untuk mengurangi dampak regional Iran menjadi tidak logis. Amerika Serikat masih mengira akan bisa memaksa Iran menyerah terhadap tuntutannya melalui perang propaganda dan tekanan ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Iran.

Pendekatan Trump terhadap Iran menunjukkan bahwa presiden AS ini tidak memiliki pengetahuan yang baik tentang Iran. Pengalaman empat puluh tahun menunjukkan bahwa peningkatan tekanan terhadap Iran justru akan meningkatkan solidaritas nasional di negara ini.(PH).