Pertemuan Rahbar dengan Pejabat Tinggi Militer Iran
-
Pertemuan Rahbar dengan pejabat tinggi Militer RII.
Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei memuji eratnya persatuan Militer dan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) di tengah-tengah meningkatnya permusuhan Amerika Serikat dan sekutunya.
Hal itu disampaikan Rahbar dalam pertemuan dengan para komandan Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran dan Angkatan Darat Militer negara ini pada Rabu (17/4/2019).
Ayatullah Khamenei menyebut Militer Republik Islam Iran lebih berkomitmen pada agama dan lebih efisien daripada sebelumnya.
Beliau juga memuji keterlibatan efektif Militer Iran dan Angkatan Bersenjata lainnya dalam membantu para korban banjir di daerah-daerah yang dilanda bencana alam ini.
Rahbar menekankan pentingnya peningkatan persatuan di antara Angkatan Bersenjata Iran, terutama menyusul keputusan Amerika Serikat memasukkan IRGC (Pasdaran) ke dalam daftar organisasi teroris.
Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran menyatakan bahwa setiap tindakan yang membuat marah musuh adalah tepat dan benar, dan sebaliknya, tindakan apa pun yang membuat musuh semakin berani dan menjadikan semangat mereka meningkat harus dihindari.
Rahbar mengucapkan selamat kepada seluruh staf militer atas datangnya Hari Nasional Militer Republik Islam Iran yang jatuh pada Kamis, 29 Farvardin yang bertepatan dengan tanggal 18 April 2019.
Ayatollah Khamenei lebih lanjut menganggap Angkatan Bersenjata sebagai simbol dan elemen kekuatan nasional.
"Tentu saja, di banyak negara, bahkan di negara-negara yang mengklaim mengadvokasi kebebasan dan Hak Asasi Manusia, Angkatan Bersenjata dijadikan sebagai elemen kekuatan para diktator untuk menindak rakyat, di mana contohnya dapat dilihat dalam kasus hari Sabtu di Paris (Gerakan Rompi Kuning)," tuturnya.
Rahbar menjuluki Angkatan Bersenjata sebagai penjaga keamanan untuk negara menurut logika Islam dan Republik Islam.
Beliau menuturkan, selama perang, Angkatan Bersenjata berdiri melawan invasi musuh dengan pengetahuan, pengalaman, dan pengorbanan diri, bahkan mereka mengalahkan musuh dan membuatnya mundur.
Pada saat damai, lanjut Ayatullah Khamenei, mereka membawa kepastian dan kedamaian pikiran bagi rakyat dengan kesiapan yang lengkap. Itulah sebabnya, musuh berusaha untuk mengganggu ketenangan pikiran rakyat Iran dengan cara menekan Angkatan Bersenjata negara ini.
AS pada hari Senin, 8 April 2019 memasukkan nama Pasdaran dalam daftar organisasi teroris, padahal Pasdaran memainkan peran utama dalam menumpas kelompok-kelompok teroris, yang didukung oleh Amerika, di kawasan.
Pasdaran atas permintaan resmi pemerintah Baghdad dan Damaskus, juga memberikan dukungan konsultatif untuk menumpas kelompok-kelompok teroris seperti Daesh (ISIS) di Irak dan Suriah.
Di bagian lain pidatonya, Ayatullah Khameni menyebut operasi bantuan Militer dan Angkatan Bersenjata Iran kepada para korban bencana banjir sebagai keterlibatan yang efektif dan vital.
Rahbar menegaskan, dalam kasus bencana alam baru-baru ini, Angkatan Bersenjata Iran terlibat dalam membantu para korban bencana banjir dengan mengerahkan potensi dan kapasitas penuh yang dimiliki, bahkan di Provinsi Golestan, militer datang ke daerah itu sebelum Organisasi Manajemen Krisis tiba.
Di bagian lain pidatonya, Ayatullah Khamenei memuji Militer Republik Islam Iran karena mempertahankan nilai-nilai Islam. Di menjelaskan, berkat Republik Islam, militer adalah para tentara yang bersandar pada prinsip-prinsip agama dan nilai-nilai Islam. Contoh-contohnya adalah Syahid Babaee dan Sayyaad Shirazi.
Kedua syuhada itu, lanjutnya, mewakili panutan bagi bangsa dan bahkan umat Islam dalam hal produktivitas, komitmen, kerendahan hati, dan pengorbanan diri serta kurangnya minat pada ketenaran. Nilai-nilai dan semangat ini harus didorong terus agar meningkat dari hari ke hari.
"Hari ini, militer lebih berkomitmen pada agama dan lebih produktif daripada sebelumnya. Hari ini, militer diatur oleh kekuatan revolusioner dan saleh. Mereka yang terbiasa menghina bangsa dan memuji pengkhianat, terus-menerus berbicara tentang 'militer modern Reza-Khan', sedangkan militer modern yang disebut itu tidak mampu menahan invasi asing, bahkan hanya untuk satu hari sekalipun. Namun, kekuatan militer Revolusi Islam mampu melakukan perlawanan selama delapan tahun dalam perang; dan hari ini, pengetahuan, moral, pengalaman, kemampuan, komitmen agama, dan amanah militer lebih dari sebelumnya dan ini merupakan sumber kehormatan," pungkasnya. (RA)