Pertemuan Rahbar dengan PM Pakistan
https://parstoday.ir/id/news/iran-i69481-pertemuan_rahbar_dengan_pm_pakistan
Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei menilai hubungan antara Republik Islam Iran dan Republik Islam Pakistan sebagai hubungan yang erat dan tulus.
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
Apr 23, 2019 15:37 Asia/Jakarta

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei menilai hubungan antara Republik Islam Iran dan Republik Islam Pakistan sebagai hubungan yang erat dan tulus.

Dalam pertemuan tersebut, Rahbar menilai hubungan antara Republik Islam Iran dan Republik Islam Pakistan sebagai hubungan yang erat dan tulus.

Ayatullah Khamenei mengatakan, gerakan teroris di perbatasan Iran-Pakistan berusaha untuk mengganggu hubungan dekat kedua negara

"Hubungan antara kedua negara harus semakin berkembang dan menguat, meskipun ada penentangan musuh," kata Ayatullah Khamenei.

Rahbar memuji tokoh-tokoh besar Pakistan seperti Muhammad Iqbal Lahori dan Muhammad Ali Jinnah, dan mendorong Iran dan Pakistan untuk meningkatkan hubungan persahabatan.

"Hubungan baik akan menguntungkan kedua negara. Namun, hubungan ini akan membuat musuh semakin meningkatkan permusuhannya dengan serius, namun, berlawanan dengan keinginan musuh, kolaborasi dan hubungan kedua negara harus diperkuat di berbagai bidang," tegasnya..

Ayatullah Khamenei menganggap masalah keamanan di perbatasan Iran dan Pakistan sebagai hal yang mendesak.

"Kelompok-kelompok teroris yang bertanggung jawab atas gangguan keamanan di perbatasan memperoleh dukungan finansial dan senjata dari musuh. Gerakan anti-keamanan di perbatasan Iran dan Pakistan berusaha melukai hubungan persahabatan antara kedua negara," jelasnya.

Dalam pertemuan yang dihadiri pula oleh Presiden Iran Hassan Rouhani, PM Pakistan Imran Khan menyebut negosiasinya di Tehran sebagai efektif.

"Selama negosiasi ini, banyak masalah diselesaikan, dan para menteri Pakistan juga mengadakan pembicaraan baik dengan mitra-mitra mereka di Iran," ujarnya.

Imran Khan juga menyinggung hubungan historis antara Iran dan India. Dia menandaskan, Muslim memerintah India selama 600 tahun, dan pengaruh Iran terhadap mereka sedemikian rupa sehingga bahasa resmi pemerintah India dinyatakan Persia.

PM Pakistan menyatakan bahwa penjarahan terbesar kekayaan India terjadi selama penjajahan negara ini oleh Inggris. Inggris, lanjut Imran Khan, menjarah semua kekayaan India, menghancurkan sistem pendidikannya dan menamai India "koloni mereka yang berharga".

"Sebagian pihak tidak ingin hubungan antara Tehran dan Islamabad menguat, namun demikian, kedua negara dapat mengatasi hambatan. Kami akan berusaha untuk membuat hubungan antara kedua negara lebih kuat dari sebelumnya dan kami akan terus melakukan kontak dengan Republik Islam," pungkasnya.

Delegasi Pakistan yang dipimpin oleh PM Imran Khan tiba di Tehran pada Minggu malam dan disambut resmi Presiden Rouhani pada Senin pagi di Kompleks Budaya-Sejarah Sa'dabad.

Presiden Iran dan PM Pakistan kemudian menggelar pertemuan untuk membahas isu-isu penting kedua negara. Di antara tema yang dibicarakan adalah isu-isu politik, ekonomi dan budaya dan pengembangan hubungan bilateral antara Iran dan Pakistan.

Iran dan Pakistan juga menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) di sektor kesehatan pada Senin, 22 April 2019.

Penandatanganan MoU tersebut dilakukan di hadapan Presiden Iran Hassan Rouhani dan Perdana Menteri Pakistan Imran Khan.

MoU ini ditandatangani oleh Menteri Kesehatan dan Pendidikan Medis Iran dan Menteri Kesehatan Pakistan. (RA).