Takht-Ravanchi: Ucapan Rendah Trump, Puncak Permusuhan dengan Bangsa Iran
https://parstoday.ir/id/news/iran-i70465-takht_ravanchi_ucapan_rendah_trump_puncak_permusuhan_dengan_bangsa_iran
Wakil Tetap Republik Islam Iran di Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan, "Ucapan-ucapan Presiden Amerika Serikat tentang Iran yang saling kontradiksi satu sama lainnya menjadi petanda jelas kebencian tanpa batasnya terhadap bangsa Iran."
(last modified 2026-04-05T23:44:38+00:00 )
May 24, 2019 09:56 Asia/Jakarta
  • Majid Takht-Ravanchi, Wakil Tetap Iran di PBB
    Majid Takht-Ravanchi, Wakil Tetap Iran di PBB

Wakil Tetap Republik Islam Iran di Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan, "Ucapan-ucapan Presiden Amerika Serikat tentang Iran yang saling kontradiksi satu sama lainnya menjadi petanda jelas kebencian tanpa batasnya terhadap bangsa Iran."

"Sikap-sikap seperti ini bukannya tidak dikenal oleh Iran. Karena Iran menilainya sebagai kelanjutan sanksi zalim Amerika dan contoh jelas lainnya akan permusuhan dengan bangsa Iran," ungkap Majid Takht-Ravanchi, menanggapi pernyataan rendah Presiden Amerika Serikat hari Kamis (23/05) yang kembali menyebut bangsa Iran sebagai teroris.

Majid Takht-Ravanchi, Wakil Tetap Iran di PBB

Watap Iran di PBB menekankan, "Ucapan-ucapan rendah Presiden Amerika Serikat Pidato Presiden Amerika Serikat, justru menunjukkan ketidaktahuannya akan sejarah ribuan tahun Iran dan tidak mengenal rakyat negara ini."

"Iran adalah korban terbesar terorisme dan pada saat yang sama musuh paling kuat bagi terorisme di kawasan. Pemusnahan Daesh (ISIS) dan kelompok-kelompok teroris lainnya dalam beberapa tahun terakhir adalah langkah-langkah Iran dalam hal ini," jelas Takht-Ravanchi.

Wakil Tetap Iran di PBB mengatakan, "Presiden Amerika Serikat dengan menggunakan gaya bahasa yang menghina terhadap bangsa Iran, justru memperkuat tekad mereka beberapa kali lipat untuk melawan kebijakan tekanan dan menakut-nakuti AS."

Donald Trump, Presiden Amerika Seriukat hari Kamis di Gedung Putih kembali menghina bangsa Iran dan menyebut bangsa resisten ini sebagai teroris dan mengklaim bahwa keluarnya Amerika dari JCPOA telah menempatkan Iran dalam kondisi krisis ekonomi.