Takht-Ravanchi: Ucapan Rendah Trump, Puncak Permusuhan dengan Bangsa Iran
-
Majid Takht-Ravanchi, Wakil Tetap Iran di PBB
Wakil Tetap Republik Islam Iran di Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan, "Ucapan-ucapan Presiden Amerika Serikat tentang Iran yang saling kontradiksi satu sama lainnya menjadi petanda jelas kebencian tanpa batasnya terhadap bangsa Iran."
"Sikap-sikap seperti ini bukannya tidak dikenal oleh Iran. Karena Iran menilainya sebagai kelanjutan sanksi zalim Amerika dan contoh jelas lainnya akan permusuhan dengan bangsa Iran," ungkap Majid Takht-Ravanchi, menanggapi pernyataan rendah Presiden Amerika Serikat hari Kamis (23/05) yang kembali menyebut bangsa Iran sebagai teroris.
Watap Iran di PBB menekankan, "Ucapan-ucapan rendah Presiden Amerika Serikat Pidato Presiden Amerika Serikat, justru menunjukkan ketidaktahuannya akan sejarah ribuan tahun Iran dan tidak mengenal rakyat negara ini."
"Iran adalah korban terbesar terorisme dan pada saat yang sama musuh paling kuat bagi terorisme di kawasan. Pemusnahan Daesh (ISIS) dan kelompok-kelompok teroris lainnya dalam beberapa tahun terakhir adalah langkah-langkah Iran dalam hal ini," jelas Takht-Ravanchi.
Wakil Tetap Iran di PBB mengatakan, "Presiden Amerika Serikat dengan menggunakan gaya bahasa yang menghina terhadap bangsa Iran, justru memperkuat tekad mereka beberapa kali lipat untuk melawan kebijakan tekanan dan menakut-nakuti AS."
Donald Trump, Presiden Amerika Seriukat hari Kamis di Gedung Putih kembali menghina bangsa Iran dan menyebut bangsa resisten ini sebagai teroris dan mengklaim bahwa keluarnya Amerika dari JCPOA telah menempatkan Iran dalam kondisi krisis ekonomi.