Rouhani: Iran Cegah Terorisme Meluas ke Wilayah Dunia Lain
Presiden Iran mengungkap peran negaranya dalam memerangi terorisme Takfiri di Suriah dan Irak. Menurutnya, Republik Islam Iran mencegah pengaruh dan meluasnya teroris ke wilayah dunia lain.
Presiden Iran, Hassan Rouhani, Sabtu (15/6/2019) dalam KTT Conference on Interaction and Confidence Building Measures in Asia, CICA di Dushanbe, Tajikistan kepada para pemimpin negara peserta konferensi menuturkan, karena situasi saat ini sensitif, maka negara-negara anggota CICA sudah sepatutnya untuk mengambil kebijakan cerdas, memperkuat proses multilateralisme dan melawan unilateralisme.
Rouhani menambahkan, Tehran kerap kali menyatakan kesiapan untuk menyusun dan mengesahkan mekanisme bilateral dan multilateral di bidang politik, keamanan dengan maksud untuk menjamin perdamaian dan keamanan bersama.
Presiden Iran percaya, masalah Palestina adalah faktor terpenting yang memicu instabilitas dan meluasnya kekerasan di kawasan dan dunia.
Ia melanjutkan, ketidakpedulian masyarakat internasional atas aksi melanggar hukum yang dilakukan rezim Zionis Israel dan Amerika Serikat yang memindahkan kedutaan besarnya ke Al Quds, serta dukungan atas penggabungan Dataran Tinggi Suriah ke wilayah yang diduduki Israel, telah menyebabkan solusi komprehensif dan adil atas krisis ini semakin sulit dijangkau.
Sehubungan dengan pengaruh kebijakan pemerintah berkuasa Amerika dalam mengacaukan negara-negara kawasan, Rouhani menjelaskan, kebijakan-kebijakan ini melanggar hak menentukan masa depan sebagai salah satu hak asasi setiap bangsa kawasan.
Rouhani juga menyinggung keluarnya Amerika dari kesepakatan nuklir, JCPOA dan diterapkannya kembali sanksi sepihak terhadap Iran dan menerangkan, Iran tidak bisa menjadi satu-satunya pihak yang memegang komitmen untuk bertahan di JCPOA, negara-negara lain juga perlu ambil bagian menjaga kesepakatan penting ini.
Ia menegaskan, kebijakan luar negeri Iran berdiri di atas landasan kerja sama, sinergitas dan upaya menemukan akses ke kepentingan bersama, keuntungan timbal balik, pendeknya kebijakan win-win solution.
CICA sendiri memiliki sejumlah anggota di antaranya Iran, Kazakhstan, Afghanistan, Pakistan, Korea Selatan, Cina, Rusia, India, Palestina, Mongolia, Kyrgyzstan, Uzbekistan, Tajikistan, Azerbaijan dan Thailand. (HS)