Pertemuan Ekonomi Iran-Rusia ke-15; Pengembangan Kerja Sama Ekonomi Strategis
https://parstoday.ir/id/news/iran-i71145-pertemuan_ekonomi_iran_rusia_ke_15_pengembangan_kerja_sama_ekonomi_strategis
Pertemuan ke-15 Komisi Kerja Sama Ekonomi dan Bisnis Bersama Iran-Rusia dan Konferensi Perdagangan Iran-Kaukasus ke-2 diadakan pada hari Minggu (16/06) dengan partisipasi pejabat dan aktivis dari sektor swasta dan publik dari kedua negara di Tehran dan Isfahan.
(last modified 2026-04-23T16:50:12+00:00 )
Jun 17, 2019 15:25 Asia/Jakarta
  • Reza Ardakanian, Menteri Energi Republik Islam Iran
    Reza Ardakanian, Menteri Energi Republik Islam Iran

Pertemuan ke-15 Komisi Kerja Sama Ekonomi dan Bisnis Bersama Iran-Rusia dan Konferensi Perdagangan Iran-Kaukasus ke-2 diadakan pada hari Minggu (16/06) dengan partisipasi pejabat dan aktivis dari sektor swasta dan publik dari kedua negara di Tehran dan Isfahan.

Reza Ardakanian, Menteri Energi Republik Islam Iran pada acara pembukaan pertemuan, mengacu pada kapasitas kedua belah pihak di berbagai sektor ekonomi mengatakan, "Tersambungnya rel kereta api antara kedua negara dapat mengarah pada aktivitas Iran-Rusia lebih lanjut, yang kami harap dapat terhubung dengan jalur kereta api Rasht-Astara akan menyempurnakan lingkaran final Iran-Rusia dan dan memperluas hubungan perdagangan bilateral.

Ardakanian juga mencatat pengembangan kerja sama Iran-Rusia di sektor energi dan mengatakan, "Koneksi listrik Iran ke Rusia adalah bagian lain dari hubungan perdagangan bilateral antara kedua negara, yang harus segera dihubungkan melewati Armenia dan Tajikistan."

Reza Ardakanian, Menteri Energi Republik Islam Iran

Hubungan ekonomi antara Iran dan Rusia, bersama dengan konvergensi politik, tumbuh dan berkembang. Proses ini dapat menjadi platform yang cocok untuk memperkuat hubungan strategis antara kedua negara.

Pada Pertemuan Bersama Iran-Rusia ke-15, masalah-masalah seperti membangun jalur Kargo antara Bandara Zhukovsky dan bandara Isfahan, produksi gabungan gerbong barang, produksi turbin gabungan kurang dari 20 megawat dan produksi bersama kendaraan berat telah menjadi agenda ekonomi kedua negara.

Dalam beberapa tahun terakhir, kemitraan strategis telah dibentuk antara Iran dan Rusia, yang orientasi utamanya adalah konvergensi dalam melawan sanksi AS terhadap hubungan ekonomi-perdagangan antara kedua negara.

Analis ekonomi percaya bahwa dengan kapasitas yang diciptakan dalam hubungan Iran-Rusia, hubungan yang stabil dan lebih dalam antara kedua negara akan segera terlihat.

Sergei Chebotarev, Menteri Kaukasus Utara Rusia, dalam konferensi Tehran menyatakan harapannya untuk peningkatan tiga kali lipat dalam volume perdagangan di kedua pihak seraya mengatakan, "Pertukaran perdagangan Iran-Rusia pada 2018 berjumlah satu miliar dan delapan ratus juta dolar, yang berarti dua persen lebih tinggi dari tahun 2017." Dia juga mengumumkan penandatanganan puluhan perjanjian dan nota kesepakatan di Konferensi Kerja Sama Perdagangan dan Kebudayaan Iran dan Kaukasus Utara.

Abdolrasoul Divsalar, seorang ahli urusan Rusia mengatakan bahwa intensifikasi persaingan regional dan kebijakan yang menantang dari Amerika Serikat dan beberapa kekuatan Eropa telah memberikan lebih penting bagi hubungan Iran-Rusia.

Dalam hal ini, Rusia dan Iran telah sepakat untuk mengamankan kelanjutan perdagangan bilateral untuk menghadapi tindakan bermusuhan dan sanksi AS terhadap Iran.

Mikhail Mamonov, Wakil Menteri Pengembangan Digital, Komunikasi dan Media Massa Rusia yang dijadwalkan bersama delegasi untuk menuju Tehran pada 17 Juni, dalam percakapan dengan koresponden IRNA di Moskow mengatakan, "Tahun ini, dalam agenda delegasi Rusia, tidak hanya masalah kerja sama bilateral, tetapi juga masalah tetapi juga prospek kerja sama antara kota-kota Rusia dan Iran."

Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei, Pemimpin Besar Revolusi Islam dalam pertemuan dengan Vladimir Putin, Presiden Rusia dan delegasi di Tehran (7 September 2018) menilai sanksi Iran, Rusia dan Turki oleh Amerika Serikat merupakan satu titik kesamaan yang sangat kuat untuk memperluas pelbagai kerja sama.

Vladimir Putin dan Ayatullah Khamenei

Ayatullah Khamenei mengatakan, "Republik Islam Iran dan Rusia selain memperluas kerja sama politik dan ekonomi, harus menindaklanjuti semua kesepakatan yang telah diraih secara serius di pertemuan Tehran."

Sekarang, penyelenggaraan Komisi Gabungan Kerja Sama Ekonomi dengan partisipasi dua menteri Rusia dan delegasi bisnis lebih dari 200 orang yang dipandu oleh tuan rumah yang dalam hal ini adalah Menteri Energi Iran sebagai kepala komisi di Tehran menunjukkan bahwa kerja sama kedua negara dalam kondisi tekanan dan ancaman masih dinamis dan bersemangat.