Rouhani: Aksi AS anti Iran sebuah Kejahatan anti Kemanusiaan
-
Presiden Iran Hassan Rouhani
Presiden Republik Islam Iran, Hassan Rouhani menyebut langkah-langkah Amerika Serikat anti Iran sebuah kejahatan anti kemanusiaan dan terorisme ekonomi.
Rouhani Rabu (19/06) saat sidang kabinet seraya menjelaskan bahwa langkah Amerika anti bangsa Iran tidak terbatas pada sanksi mengatakan, pemerintah Amerika melakukan terorisme ekonomi terhadap Iran dan Washington harus bertanggung jawab di hadapan opini publik dunia dan rakyat Iran.
Presiden Iran seraya menekankan bahwa AS gagal mengucilkan Tehran, tapi justru dirinya sendiri yang terkucil serta tidak berhasil mensukseskan Iranphobia menambahkan, saat ini semua pihak di dunia menentang unilateralisme.
"Unilateralisme Amerika adalah apa yang membuat opini publik dunia, kekuatan dan berbagai pemerintah takut serta khawatir, karena pemerintahan Trump senantiasa menginjak-injak hukum internasional, perjanjian bilateral dan multilateral," papar Rouhani.
Presiden Iran seraya mengisyaratkan pengabaian perjanjian internasional dan multinasional seperti perjanjian iklim, pasifik dan NAFTA serta ketentuan multilateral serta internasional oleh pemerintah Amerika saat ini menambahkan, AS harus memahami bahwa jalan mereka ini tidak akan berhasil.
Terkait JCPOA Rouhani mengatakan, "Kami akan bertindak sesuai dengan ketentuan dan jika tujuan kami tidak dijamin, maka setelah 60 hari kami akan mengambil langkah baru yang telah kami umumkan sebelumnya."