Rouhani: Unilateralisme AS Picu Banyak Masalah di Dunia
Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan, banyak masalah regional dan internasional bersumber dari sikap arogan sebagian negara seperti AS, yang menjalankan unilateralisme dengan melanggar hukum internasional.
Dia mengungkapkan hal itu ketika menerima kunjungan Ketua Uni Inter-Parlemen Internasional (IPU) Gabriela Cuevas Barron di Tehran, Ahad (23/6/2019).
Menurut Presiden Iran, mengembangkan kerja sama parlemen dan internasional adalah penting dalam menyelesaikan persoalan seperti terorisme, unilateralisme dan masalah lingkungan.
Rouhani lebih lanjut menyinggung penarikan sepihak AS dari kesepakatan nuklir JCPOA dan mengatakan AS telah memulai terorisme ekonomi terhadap Iran dan bahkan menjatuhkan sanksi terhadap sektor obat-obatan dan makanan.
Menurutnya, kehadiran militer AS telah memicu banyak masalah di wilayah Asia Barat. "Anjungan minyak, kapal kargo dan pesawat penumpang diserang oleh AS di masa lalu dan sekarang mereka mengirim pesawat pengintai ke wilayah udara Iran," ungkapnya.
"Agresi AS sebagai awal dari ketegangan baru di kawasan. Kawasan ini sangat sensitif dan keamanan Teluk Persia dan Laut Oman sangat penting bagi banyak negara," ujar Rouhani.
Sementara itu, Cuevas Barron mengatakan Iran memainkan peran utama dan kuat dalam menyelesaikan konflik secara damai dan mempromosikan multilateralisme di dunia.
"JCPOA membuktikan bahwa multilateralisme dan interaksi untuk menjaga perdamaian di kawasan dan dunia adalah penting," tambahnya.
Dia menandaskan IPU memiliki kesamaan dengan Iran dalam isu-isu internasional dan percaya bahwa unilateralisme tidak akan menjadi solusi untuk isu-isu internasional. (RM)