Rouhani: Menyanksi Rahbar, Pejabat AS Kehilangan Akal Sehat
-
Ayatullah Khamenei dan Hassan Rouhani
Presiden Iran mengatakan, sanksi terhadap pejabat politik, sosial, agama dan spiritual tertinggi sebuah negara, yang bukan hanya Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar, tapi juga tokoh yang dicintai oleh para pendukung Revolusi Islam dan Muslim di seluruh penjuru dunia, adalah tindakan bodoh dan konyol.
Presiden Iran, Hassan Rouhani, Selasa (25/6/2019) menuturkan, hari ini banyak dari rakyat Lebanon, Suriah, Afghanistan, Pakistan, India dan negara-negara di belahan dunia lain, baik Syiah maupun non-Syiah, mencintai dan mengikuti perintah Rahbar Iran, Ayatullah Sayid Ali Khamenei, dan ketika seseorang kehilangan akal sehatnya dan melakukan tindakan bodoh, hal itu menggelikan.
Rouhani menambahkan, Amerika dalam sanksi barunya menyinggung soal penguasaan aset Rahbar, padahal kekayaan Ayatullah Khamenei tidak lebih dari sebuah Huseiniyah (ruangan untuk kegiatan keagamaan) dan satu rumah sederhana.
Menurut Rouhani, Rahbar Iran tidak seperti pemimpin dunia lainnya yang memiliki aset jutaan dolar di rekening asing, sehingga bisa dikuasai atau diblokir.
Presiden Iran menegaskan, slogan-slogan perundingan oleh Amerika dan keputusan menyanksi menteri luar negeri Iran pada saat yang bersamaan, menunjukkan kebohongan musuh bangsa Iran.
Sehubungan dengan penembakan jatuh pesawat nirawak mata-mata Amerika di wilayah Iran baru-baru ini, Rouhani mengatakan, kesabaran Iran sudah mencapai batas, dan perbatasan negara ini adalah garis merah pemerintah Tehran. (HS)