Rouhani kepada Macron: AS Pemicu utama Eskalasi Tensi di kawasan
-
Presiden Iran Hassan Rouhani
Presiden Republik Islam Iran Hassan Rouhani Selasa malam (25/06) dalam kontak telepon dengan sejawatnya dari Perancis, Emmanuel Macron seraya menjelaskan bahwa Tehran sama sekali tidak berminat meningkatkan tensi di kawasan dan juga tidak ingin berperang dengan negara manapun termasuk AS, menekankan, jika AS melanjutkan agresinya maka angkatan bersenjata Iran akan bertindak tegas menghadapinya.
Menurut laporan pusat penerangan kantor kepresidenan Iran, Hassan Rouhani menilai Amerika pelaku dan pihak utama yang bertanggung jawab mengobarkan dan meningkatkan tensi di kawasan serta mengingatkan, drone AS ditembak sistem anti udara setelah memasuki zona udara Iran dan mengabaikan peringatan.
Seraya menjelaskan bahwa jika JCPOA dilaksanakan dengan benar dan penuh oleh pihak-pihak yang terlibat di perundingan ini, maka saat ini kita akan menyaksikan transformasi positif di kawasan dan dunia, Rouhani mengatakan, tak diragukan lagi langkah Trump keluar secara sepihak dari JCPOA merugikan rakyat Amerika, Eropa, Iran dan bertentangan dengan kemaslahatan regional serta internasional.
Presiden Iran juga mengisyaratkan kepatuhan Tehran terhadap JCPOA pasca keluarnya Amerika berdasarkan janji pihak Eropa untuk menjamin kepentingan ekonomi termasuk menyelesaikan kendala perbankan dan penjualan minyak yang sangat disayangkan tidak ada satupun yang dilaksanakan. "Jika Iran tidak dapat menggunakan manfaat JCPOA, maka berdasarkan butir 26 dan 36 kesepakatan nuklir, Tehran secara berkala akan mengurangi kepatuhannya," tegas Rouhani.
Rouhani juga menjelaskan bahwa Iran tidak akan kembali berunding dalam kondisi apapun untuk sebuah kesepakatan yang telah dicapai dua tahun lalu. "Bertentangan dengan seluruh hukum internasional, Amerika dengan menerapkan serta meningkatkan sanksi terhadap bangsa Iran telah membuktikan bahwa mereka sama sekali tidak menginginkan untuk menyelesaikan masalah," papar Rouhani.
Sementara itu, Emmanuel Macron dalam kontak telepon tersebut menyesalkan keluarnya AS dari JCPOA, penerapan sanksi terhadap Iran serta peningkatan sanksi ini dan mengtakan, Perancis senantiasa berusaha bagi keberlangsungan JCPOA dan meyakinkan pihak-pihak yang lain di perundingan ini khususnya AS serta akan melanjutkan upayanya ini. (MF)