Rahbar: Arab Saudi Wajib Jaga Keselamatan Jemaah Haji
-
Ayatullah Sayid Ali Khamenei
Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar, Rabu (3/7/2019) dalam pertemuan dengan jajaran penyelenggara haji Iran mengatakan, negara yang mengelola tempat haji, memikul tanggung jawab berat, salah satunya adalah menjaga keselamatan jemaah haji, tapi tidak boleh menjadikan lingkungan haji, zona keamanan.
Rahbar, Ayatullah Sayid Ali Khamenei dalam pertemuan ini menegaskan bahwa haji mengandung konsep-konsep politik yang urgen semacam persatuan, pembelaan terhadap kaum tertindas dan berlepas tangan dari kubu arogan.
Ia menambahkan, persatuan, pembelaan terhadap kaum tertindas seperti rakyat Palestina, dan Yaman, atau berlepas tangan dari kubu arogan, semua adalah konsep politik dan sesuai dengan ajaran Islam, oleh karena itu dimensi politik haji, tidak lain adalah kewajiban agama dan bagian dari ibadah.
Ayatullah Khamenei menuturkan, selain gerakan politik agama, terdapat juga langkah-langkah politik non-agama dan menyesatkan, seperti pernyataan bahwa dalam haji kalian tidak boleh memprotes Amerika atau tidak menyatakan berlepas tangan dari kubu arogan.
Lebih lanjut Rahbar menjelaskan, Bara'at atau berlepas tangan dari dari kaum arogan adalah ibadah dan kewajiban Islam, oleh karena itu kami sangat menekankan agar masalah ini dilakukan setiap tahun dengan cara terbaik.
Terkait permusuhan mendalam Amerika dan kekuatan arogan lain terhadap hakikat Islam, Rahbar menerangkan, agresi politik, sosial, budaya, ekonomi dan keamanan yang mengerikan kubu arogan dunia terhadap bangsa-bangsa Muslim menunjukkan dalamnya permusuhan mereka atas ajaran Islam.
Menurut Ayatullah Khamenei, hakikat dan ajaran Islam bertolak belakang dengan watak menindas yang dimiliki kubu arogan.
"Kepatuhan Iran pada sumber dan syariat Islam serta penolakan untuk tunduk pada setiap hegemoni, akan menjadi kunci kemenangan, kemajuan, perdamaian dan keselamatan umat Islam," imbuhnya.
Rahbar menganggap tercapainya masa depan gemilang disertai kemajuan dan kemuliaan umat Islam, membutuhkan kerja keras, perjuangan dan kerja sama.
Ia menandaskan, berkat bantuan Allah Swt, musuh bengis bangsa Iran dan umat Islam, akhirnya terpaksa menyerah di hadapan Islam. (HS)